Edit Content
Home › ,

Anugerah Kebudayaan PWI 2026, Andi Harun Bawa Sarung Samarinda Meraih Trofi Abyakta

ktmd - katamedia.co
Sabtu, 10 Jan 2026 10:26 WITA

KATAMEDIA, JAKARTA— Keberhasilan Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam mengangkat Sarung Samarinda menjadi identitas kota yang hidup dalam keseharian masyarakat mendapat apresiasi nasional. Andi Harun meraih Trofi Abyakta, penghargaan tertinggi dalam Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2026, yang digelar di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (9/1/2026) malam.

Di bawah kepemimpinan Andi Harun, Sarung Samarinda kini dikenakan dalam berbagai kegiatan resmi, acara publik, hingga aktivitas harian warga. Gagasan ini dinilai berhasil menyatukan nilai budaya dengan kehidupan modern tanpa kehilangan akar tradisinya.

Baca juga  Tiga SMA Unggulan Jadi Harapan Baru Pendidikan Kaltim

“Budaya harus menjadi bagian dari ritme hidup masyarakat. Sarung Samarinda bukan hanya wastra lokal, tetapi cermin karakter dan kehangatan warga Samarinda,” kata Andi Harun dalam paparannya di hadapan dewan juri nasional.

Berita Acara Anugerah Kebudayaan PWI 2026
Berita Acara Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Trofi Abyakta sendiri merupakan simbol kejernihan niat dan keberanian menghadirkan gagasan dalam tindakan nyata sebuah filosofi yang dinilai sejalan dengan arah kebijakan kebudayaan di Kota Samarinda.

Baca juga  Samarinda Bangun Ruang Publik Berketahanan Iklim Tanpa Dana APBD

Pada tahap seleksi proposal, Andi Harun mengusung konsep “Dari Wastra Lokal Menuju Kebudayaan Nasional” dan menempati posisi kedua, hanya terpaut lima poin dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Sementara itu, Ketua Panitia Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, mengatakan Trofi Abyakta diberikan kepada kepala daerah yang mampu menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

“Ini bukan hanya soal pelestarian, tetapi bagaimana nilai budaya hidup dalam tata kelola pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Samarinda menunjukkan bahwa pembangunan fisik bisa berjalan seiring dengan penguatan jati diri,” ujarnya.

Baca juga  DPRD Kaltim Dorong Perseroda Jadi Pilar Ekonomi Baru Daerah

Yusuf menambahkan, penguatan Sarung Samarinda sebagai simbol kota membawa pesan penting bahwa budaya tidak harus tertinggal oleh modernisasi, tetapi justru tumbuh bersama perkembangan zaman.

Dengan penghargaan ini, Samarinda menegaskan diri sebagai kota yang tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga kuat dalam identitas dan budaya.

Bagikan:
Berita Rekomendasi