KATAMEDIA, SAMARINDA – Hujan dengan intensitas tinggi yang masih kerap memicu genangan di sejumlah kawasan menjadi pengingat bahwa persoalan banjir di Kota Samarinda belum sepenuhnya teratasi.
Untuk itu, anggota komisi III DPRD Samarinda, Moh Yusrul Hana meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menjadikan program pengendalian banjir sebagai salah satu prioritas utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027.
Langkah ini dinilai penting agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.
“Mudahan program tahun 2027 difokuskan pada kebutuhan masyarakat, termasuk pengendalian banjir dari hulu hingga hilir,” Ungkap Yusrul sapaan karibnya. Selasa.(14/7/2026).
Lebih lanjut, Yusrul menilai penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial maupun hanya menyasar titik-titik tertentu yang sering tergenang.
Dirinya menyebutkan Pemkot Samarinda perlu memastikan keberlanjutan berbagai program pengendalian banjir yang telah berjalan, sekaligus memperkuat sinergi antarorganisasi perangkat daerah agar pelaksanaan di lapangan berlangsung lebih efektif.
Beberapa program strategis yang dinilai harus terus dilanjutkan meliputi normalisasi Sungai Karang Mumus sebagai sungai utama di Kota Samarinda, normalisasi anak-anak sungai, serta pembangunan berbagai infrastruktur pengendalian banjir yang memberikan manfaat jangka panjang.
“Program pengendalian banjir harus dilakukan secara terintegrasi agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” Jelas Yusrul.
Dengan langkah yang berkesinambungan dan terintegrasi, politisi dari partai Gerindra itu optimistis potensi genangan dapat ditekan tanpa memindahkan persoalan banjir ke kawasan lain, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat Samarinda.
“Penanganan banjir harus menjadi komitmen bersama. Jika dilakukan secara konsisten dan terintegrasi, masyarakat akan merasakan manfaat pembangunan yang nyata,” pungkasnya. (ADV)










