KATAMEDIA, KUKAR – Keberlangsungan usaha pelaku UMKM, pedagang kecil, hingga pekerja kreatif di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turut bergantung pada agenda festival budaya dan pariwisata daerah.
Karena itu, keberadaan berbagai kegiatan tersebut dinilai penting untuk dipertahankan, meski pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian dan pengetatan anggaran.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin memastikan seluruh festival budaya dan agenda pariwisata daerah tetap digelar pada 2027.
Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mematikan kreativitas masyarakat maupun menghapus kalender pariwisata yang selama ini ikut menggerakkan perekonomian daerah.
Ia mengatakan, pemerintah akan terlebih dahulu menyusun kalender kegiatan 2027. Setelah itu, setiap agenda akan dievaluasi dan disesuaikan berdasarkan skala pelaksanaannya agar tetap dapat berjalan.
“Skalanya disesuaikan, intinya kita ingin kegiatan tetap ada,” kata Rendi, Jumat (6/11/2026).
Rendi menilai, festival daerah selama ini masih kerap dipandang sebatas kegiatan hiburan. Padahal, setiap penyelenggaraan acara kebudayaan turut membuka peluang pendapatan bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari keramaian kegiatan pariwisata.
Menghapus agenda tersebut dapat berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM, pedagang kecil, dan pekerja kreatif.
“Agenda ini akan langsung berdampak pada perekonomian masyarakat yang selama ini bergantung pada keramaian acara di event-event pariwisata,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat dalam gelaran Pesta Laut menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan pariwisata memiliki daya tarik sekaligus manfaat ekonomi bagi warga. Rendi berharap kemeriahan serupa dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kukar.
“Kita menargetkan kemeriahan serupa bisa diduplikasi secara merata ke seluruh 20 kecamatan khususnya di Kukar,” ungkapnya.
Karena itu, Rendi memastikan Erau tetap masuk dalam kalender kegiatan 2027. Bahkan, pelaksanaannya ditargetkan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sudah lama kita perjuangkan supaya kalender nasional, jadi sekarang tugas kita menjaganya agar tetap ada dan semakin baik,” tutupnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).









