KATAMEDIA, KUKAR – Tingginya intensitas kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menuntut kesiapsiagaan dan fisik yang prima dari para petugas pemadam di lapangan.
Berdasarkan data pemantauan hingga 22 Oktober 2026, Kukar mencatatkan angka kejadian Karhutla cukup tinggi dengan 418 kejadian dan total luas lahan terdampak mencapai 2.884,00 hektar.
Menyikapi kondisi geografis yang luas dan tingginya beban kerja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar menerapkan skema rotasi regu secara bergantian guna menjaga stamina dan kesehatan personel.
Kepala BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji, mengatakan langkah ini menjadi komitmen nyata pemerintah daerah untuk memastikan aksi pemadaman di lapangan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan keselamatan dan kondisi fisik para petugas di lapangan.
Guna menghadapi ancaman Karhutla di berbagai titik wilayah, Pemkab Kukar tidak hanya mengandalkan satu instansi saja. Penanganan di lapangan dilakukan secara terintegrasi melalui kolaborasi solid antara BPBD Kukar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan), Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), Manggala Agni, hingga jajaran relawan pemadam di tingkat desa.
Sinergi lintas sektor ini memungkinkan jangkauan area pemadaman menjadi lebih luas serta respons penanganan titik api dapat dilakukan secara lebih terukur.
Setianto menjelaskan bahwa koordinasi antar-lembaga terus diperkuat demi mempercepat penuntasan masalah Karhutla di kawasan terdampak.
“Penanganan Karhutla di Kukar dilaksanakan secara bersinergi dari beberapa OPD daerah, instansi pusat, hingga relawan setempat,” ujar Setianto saat dikonfirmasi, Minggu (25/10/2026).
Tingginya frekuensi pemadaman di tengah cuaca terik yang menyengat tak dimungkiri menguras energi para petugas. Beberapa personel dilaporkan sempat mengalami kelelahan hingga penurunan kondisi kesehatan akibat kebulan asap dan fisik yang terperas saat memadamkan titik api.
Untuk menyiasati hal tersebut, BPBD Kukar memberlakukan manajemen pembagian regu kerja (shift) secara disiplin. Sistem ini memastikan setiap personel mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum kembali diterjunkan ke titik lokasi kebakaran.
“Karena maraknya kejadian Karhutla, memang ada beberapa personel yang kelelahan atau sakit. Namun alhamdulillah, tugas di lapangan tetap berjalan lancar karena kami atur dalam sistem regu bergantian,” jelasnya.
Di samping terus memantapkan strategi pemadaman darat dan rotasi personel, Pemkab Kukar juga terus memantau prakiraan cuaca dari instansi terkait.
Menurut perkiraan teknis, potensi curah hujan di wilayah Kukar diprediksi mulai membasahi bumi pada pekan kedua November mendatang.
Hadirnya hujan secara intensif diharapkan dapat mempercepat proses pendinginan lahan serta menghentikan potensi kemunculan titik api baru secara alami.
Melalui manajemen rotasi regu yang cermat, kebersamaan relawan di lapangan, serta sinergi antar-instansi, Pemkab Kukar optimistis mampu mengendalikan ancaman Karhutla sekaligus menjaga keselamatan seluruh petugas demi ketenangan masyarakat Kukar.
“Kita berharap segera ada hujan,” pungkasnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).










