KATAMEDIA, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat langkah mitigasi dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau dan fenomena El Nino.
Menanggapi alokasi dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat yang difokuskan ke sejumlah daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) termasuk Kukar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Setianto Nugroho Aji menyebutkan bahwa proses pencairan dan pengelolaannya saat ini tengah berjalan melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Langkah cepat dan terukur ini diambil agar dukungan finansial dari pusat dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh unsur di lapangan demi menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa Kaltim telah menerima kucuran bantuan anggaran dari pusat sekitar Rp20 miliar yang diutamakan untuk penanganan Karhutla di wilayah prioritas, seperti Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Berau.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Kukar melalui BPBD memastikan bahwa kepastian besaran alokasi untuk daerah sedang berproses dalam APBD Perubahan.
Setianto menjelaskan bahwa regulasi dan administrasi penganggaran diperkirakan rampung pada akhir Oktober atau awal November mendatang.
“Anggaran dari pusat tersebut masih berproses di APBD perubahan, dengan perkiraan realisasi pada akhir Oktober atau awal November,” ujar Setianto Nugroho Aji saat dihubungi, Minggu (25/10/2026).
Terkait total besaran nilai nominal yang diterima khusus untuk Kukar, pihak BPBD menyebut bahwa rincian pembagian anggaran tersebut akan didistribusikan ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan dikoordinasikan secara terpusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
“Terkait alokasi anggaran dibagi ke beberapa OPD atau Dinas untuk di Kukar, informasi kepastian besaran pastinya ada di Bappeda,” imbuhnya.
Dana dukungan penanganan Karhutla tersebut, kata Setianto, nantinya akan diarahkan secara spesifik untuk membiayai kebutuhan operasional mendesak di lapangan.
BPBD Kukar merinci bahwa alokasi anggaran akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan operasional, distribusi bantuan peralatan bagi para relawan, serta penyediaan logistik bagi personel yang berjibaku di titik api.
Dukungan logistik yang memadai ini sangat penting mengingat penanganan Karhutla di lapangan membutuhkan mobilitas tinggi serta kerja sama tim yang solid.
Dalam eksekusi penanganan Karhutla di lapangan, Pemkab Kukar tidak bekerja sendirian. Penanggulangan dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi erat lintas instansi, mulai dari BPBD Kukar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan), Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), Manggala Agni, hingga partisipasi aktif dari unsur relawan setempat.
Dengan perpaduan dukungan anggaran yang terstruktur, kesigapan lintas OPD, serta gotong royong bersama relawan, Pemkab Kukar optimis penanganan Karhutla dapat berjalan semakin efektif, tepat sasaran, dan tuntas.
“Yang pasti diperuntukan untuk penanganan karhutla,” pungkasnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).










