KATAMEDIA, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan bahwa proses pemulihan dan penataan ulang kawasan pemukiman warga pascamusibah kebakaran di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, akan mengedepankan pendekatan kemanusiaan melalui musyawarah mufakat bersama warga terdampak.
Pemkab Kukar memastikan tidak akan menentukan kebijakan secara sepihak, melainkan mendengarkan aspirasi serta kebutuhan riil para korban bencana.
Langkah ini dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar demi melahirkan solusi terbaik bagi keberlangsungan hunian warga yang lebih aman, rapi, dan sehat di masa depan.
Kepala Disperkim Kukar, M. Aidil mengatakan sebagai langkah awal dalam skema jangka pendek, Disperkim Kukar saat ini fokus menggarap pendataan secara komprehensif. Proses pendataan lapangan ini dilakukan melalui koordinasi erat bersama pihak kelurahan, kecamatan, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.
Pendataan mendalam ini menjadi fondasi utama bagi pemerintah daerah untuk memetakan secara detail luas kawasan, status kepemilikan tanah, hingga kebutuhan tata ruang yang aman dari potensi bahaya kebakaran berulang.
Aidil menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan akan segera diproses sebelum masuk ke tahap perencanaan lanjutan.
“Kami melaksanakan pendataan berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan. Bangunan-bangunan ini harus ditata ulang supaya tidak menimbulkan musibah berulang, sehingga pendataannya kita lakukan secara komprehensif bersama OPD teknis terkait,” ujar Aidil, Selasa (20/10/2026).
Menanggapi kepastian pelaksanaan rekonstruksi fisik, Disperkim Kukar menegaskan bahwa proses pengerjaan bangunan membutuhkan tahap perencanaan yang matang dan bermartabat. Sebelum melangkah ke proses fisik, Pemkab Kukar mengagendakan ruang dialog dan musyawarah bersama seluruh kepala keluarga terdampak.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Kukar berkomitmen untuk menyerap saran, harapan, dan kesepakatan warga agar konsep tata ruang baru yang dirancang benar-benar memberikan kenyamanan serta rasa aman bagi seluruh penghuni.
“Pengerjaannya belum tahun ini, kita harus memastikan dulu melalui musyawarah dengan warga seperti apa keinginan mereka,” tegasnya.
Sementara proses pendataan dan dialog penataan kawasan terus berjalan, Pemkab Kukar melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan kebutuhan tempat tinggal sementara para korban terpenuhi dengan baik. Sebagian besar warga terdampak saat ini memilih tinggal bersama sanak famili, sementara Dinsos Kukar tetap menyiagakan tempat penampungan dan bantuan logistik darurat.
Melalui perpaduan antara pelayanan kedaruratan yang terjamin, pendataan presisi, serta asas musyawarah warga, Pemkab Kukar optimis kawasan Loa Ipuh akan bangkit menjadi permukiman yang jauh lebih tangguh dan layak huni.
“Kami harus mendengarkan keinginan warga korban bencana sehingga dicarikan solusi terbaik,” pungkasnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).










