Sungai Mahakam Surut, Deni Hakim Anwar Minta Pemprov Kolaborasi Siapkan Langkah Antisipasi

ktmd - katamedia.co
Kamis, 20 Agu 2026 06:44 WITA
Ketua komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar/doc
Ketua komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar/doc

KATAMEDIA, SAMARINDA – Musim kemarau mulai meninggalkan tanda di sepanjang aliran Sungai Mahakam. Debit sungai yang membelah Samarinda itu terpantau menurun, dan memunculkan kekhawatiran terhadap ketersediaan air bersih dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jika kondisi kering berlangsung lebih lama.

Menanggapi hal tersebut, ketua komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mendesak Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten dan kota segera menyiapkan langkah antisipasi.

Menurutnya, pengalaman sejumlah wilayah yang lebih dulu terdampak kekeringan harus menjadi peringatan agar daerah tidak menunggu hingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.

Baca juga  Sri Puji Astuti Dorong Percepatan Perbaikan SMPN 24 Demi Kualitas Pendidikan

“Pemerintah kota dan kabupaten perlu bergotong royong melakukan langkah penanganan bahaya Karhutla, dan antisipasi bahaya kekeringan,” Ungkap Deni sapaan karibnya, Kamis (20/8/2026).

Lebih lanjut, Deni menjelaskan kondisi di Mahakam Ulu (Mahulu), ketika penyurutan Sungai Mahakam mulai mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk distribusi bahan pokok yang mengandalkan jalur sungai.

Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi gambaran ancaman yang berpotensi dirasakan daerah lain apabila kemarau semakin panjang.

Baca juga  Kritik Terhadap Program Makan Bergizi Gratis di Samarinda, DPRD Kota Sarankan Alihkan Anggaran ke Pendidikan

“Kita melihat masyarakat Mahulu beberapa waktu lalu sudah mengalami kekeringan. Kita tidak ingin masyarakat kita kekeringan atau tidak mendapatkan air bersih,” Jelas Deni.

Kendati kebutuhan air bersih Samarinda saat ini masih dapat terpenuhi, Deni mengingatkan pemerintah tidak boleh lengah. Penurunan debit Mahakam dapat memengaruhi sumber air baku dan berpotensi memicu intrusi air laut ke kawasan sungai.

Baca juga  Sekolah Rakyat Samarinda Tunjukkan Hasil Positif, Novan Syaronie Pasie Dorong Penguatan Program

“Tidak menutup kemungkinan ketika air laut sudah masuk ke wilayah Handil dan berlanjut masuk ke Palaran, itu mengkhawatirkan,” Tegasnya.

Politisi dari partai Gerindra itu mendorong Pemprov Kaltim mengambil langkah yang lebih terukur, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempertimbangkan rekayasa cuaca.

“Rekayasa cuaca ini bisa dilakukan di daerah hulu sana, untuk mengadakan hujan buatan, air bisa turun (pasang) kembali,” Tutup Deni. (ADV)

Bagikan:
Berita Rekomendasi