Fenomena Manusia Silver, DPRD Samarinda Minta Penanganan Tak Berhenti pada Razia

ktmd - katamedia.co
Senin, 27 Jul 2026 08:06 WITA
Anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim
Anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim

KATAMEDIA, SAMARINDA – Keberadaan manusia silver di sejumlah ruas jalan dan persimpangan Kota Samarinda masih menjadi perhatian karena dinilai berkaitan dengan persoalan sosial yang lebih luas. Hal tersebut mendapat sorotan dari DPRD Kota Samarinda yang menilai penanganan terhadap fenomena tersebut harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui tindakan penertiban di lapangan saja.

Melihat kondisi tersebut, anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menyoroti langkah penegakan aturan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tetap diperlukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum. Namun, ia menilai pendekatan tersebut harus dibarengi dengan kebijakan yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan di jalanan.

Baca juga  DPRD Samarinda Dorong Peremajaan Lampu Jalan Demi Keselamatan Warga

Ia menilai keberadaan manusia silver tidak terlepas dari tekanan ekonomi yang dihadapi sebagian warga, termasuk keterbatasan lapangan pekerjaan yang mendorong mereka mencari nafkah di ruang publik dengan melakukan segala upaya yang mereka nilai baik guna menghindari tindakan kriminalitas.

“Penertiban harus dilakukan secara rutin dan konsisten, tidak cukup hanya sekali. Jika hanya sesekali dilakukan, mereka akan kembali lagi ke lokasi yang sama,” kata Abdul Rohim, Senin (27/07/2026).

Baca juga  Hasanuddin Mas’ud Sebut Stabilitas Daerah Adalah Benteng Geopolitik Nasional

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah perlu memperkuat program pemberdayaan masyarakat, membuka peluang kerja, serta meningkatkan perlindungan sosial bagi kelompok yang rentan secara ekonomi. Langkah tersebut dianggap penting agar masyarakat memiliki pilihan pekerjaan yang lebih layak dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan manusia silver harus diarahkan pada penyebab utamanya, bukan hanya menangani dampak yang terlihat di jalanan.

Baca juga  DPRD Kaltim Bentuk Tim Investigasi Longsor Batuah, Masyarakat Minta Transparansi

“Persoalan ini tidak bisa dilihat hanya dari sisi ketertiban. Kita juga harus memahami kondisi ekonomi masyarakat yang mendorong mereka turun ke jalan untuk mencari penghasilan,” tandasnya.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan bahwa aktivitas manusia silver di persimpangan jalan juga memiliki risiko terhadap keselamatan. Keberadaan mereka di tengah arus kendaraan dapat mengganggu kelancaran lalu lintas sekaligus membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan, khususnya pada kawasan dengan tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi. (ADV)

Bagikan:
Berita Rekomendasi