Perpustakaan Dituntut Bertransformasi di Era Digital, Anhar Soroti Perubahan Pola Literasi

ktmd - katamedia.co
Senin, 18 Mei 2026 08:57 WITA
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar.

KATAMEDIA, SAMARINDA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Anhar, menilai perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap pola literasi masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, kemudahan akses informasi melalui internet membuat fungsi perpustakaan konvensional kini menghadapi tantangan baru.

Momentum peringatan Hari Perpustakaan yang lalu menjadi pengingat penting bahwa perpustakaan perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kini, masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada ruang baca fisik untuk memperoleh referensi maupun pengetahuan.

Baca juga  Warga Jalan Pattimura Terus Alami Kerugian Akibat Banjir, DPRD Samarinda Desak Pembangunan Drainase

“Sekarang dengan kecanggihan dunia digital, perpustakaan justru sudah ada di genggaman. Semua informasi bisa diakses lewat internet,” ungkap Anhar, Senin (18/05/2026).

Anhar menjelaskan, perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi terjadi sangat cepat. Jika sebelumnya orang harus datang langsung ke perpustakaan untuk mencari buku atau data tertentu, kini kebutuhan tersebut banyak dipenuhi melalui platform digital dan mesin pencari.

Ia mencontohkan, berbagai referensi yang dahulu sulit ditemukan kini dapat diakses hanya melalui telepon genggam. Menurutnya, perkembangan ini tidak bisa dihindari dan justru harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas budaya literasi.

Baca juga  Krisis Lahan Pemakaman di Samarinda, DPRD Samarinda Desak Pemkot Cari Solusi Tepat

“Mau cari buku tokoh seperti Tan Malaka, atau membaca sejarah dunia, sekarang tinggal buka Google. Semuanya sudah tersedia,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menilai pemerintah perlu mulai menyesuaikan arah kebijakan pengelolaan perpustakaan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Digitalisasi perpustakaan dianggap menjadi salah satu langkah penting agar minat baca tetap tumbuh di tengah perubahan teknologi.

Baca juga  Kemendagri Izinkan Kegiatan di Hotel, Sarkowi: Saatnya Hotel Kecil Juga Diuntungkan

“Yang jelas kita tidak bisa lagi berpikir perpustakaan hanya tempat datang lalu baca buku. Sekarang mahasiswa buat makalah, skripsi, atau artikel, semuanya sudah banyak mengandalkan akses digital,” tandasnya.

Ia berharap transformasi perpustakaan ke arah digital tidak menghilangkan fungsi utamanya sebagai pusat edukasi dan pengembangan wawasan masyarakat. Menurutnya, perpustakaan harus mampu menjadi ruang literasi yang lebih modern, mudah diakses, dan mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini. (ADV)

Bagikan:
Berita Rekomendasi