KATAMEDIA, SAMARINDA – Seiring masifnya implementasi Program Pendidikan Gratispol yang terus diperluas oleh Pemerintah Provinsi Kaltim. Program unggulan Gubernur H. Rudy Mas’ud (Harum) itu bukan hanya menurunkan beban biaya pendidikan, tetapi juga dinilai akan mencetak generasi muda dengan visi besar untuk berkarier di tingkat nasional.
Salah satu gambaran masa depan itu sudah terlihat dari kisah para penerima manfaat yang mulai menonjolkan ambisi besar mereka, termasuk Beverly Barbara Brenda Britania Hengkeng, mahasiswi Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), yang menargetkan diri menjadi Menteri Politik, Hukum, dan HAM pada masa mendatang.
Pada 2025, Pemprov Kaltim menyalurkan bantuan UKT Gratispol untuk 32.853 mahasiswa PTN dan PTS se-Kaltim. Total dana Rp44,153 miliar untuk tujuh perguruan tinggi negeri dipastikan tersalurkan sesuai jadwal, dengan Polnes menjadi salah satu penerima terbesar, yakni Rp6,38 miliar untuk mahasiswa aktif.
Pemerintah Kaltim mentargetkan jumlah penerima manfaat akan terus bertambah, seiring meningkatnya jumlah lulusan SMA/SMK yang melanjutkan kuliah. Dalam beberapa tahun, Pemprov menargetkan tidak ada lagi lulusan muda di Kaltim yang batal kuliah hanya karena persoalan biaya.
Model pembiayaan ini juga diproyeksikan menciptakan kompetisi akademik baru di kampus-kampus daerah.
“Gratispol akan menjadi instrumen pemerataan pendidikan terbesar dalam sejarah Kaltim. Kami ingin anak-anak daerah tidak hanya berkuliah, tetapi maju dan memimpin,” ujar Rudy dalam arahannya. Ia menegaskan pemanfaatan dana tidak boleh ditunda, sekaligus menekankan pentingnya pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan.
Pada periode 2027–2030, Pemprov menargetkan agar program ini menghasilkan lulusan-lulusan unggul yang mampu memasuki posisi strategis nasional, mulai dari birokrasi, lembaga negara, hingga kementerian. Proyeksi tersebut diperkuat dengan rencana perluasan beasiswa hingga jenjang S3, yang memungkinkan mahasiswa berprestasi bersaing dalam riset dan kepemimpinan tingkat nasional.
Bagi Beverly, perluasan program ini menjadi titik awal penting. Ia meyakini beasiswa yang diterimanya di awal perkuliahan merupakan fondasi untuk perjalanan jauh menuju panggung nasional.
“Program ini membuat saya merasa tidak ada batas lagi. Saya ingin berkontribusi bagi negara dari posisi yang benar-benar bisa memberi dampak besar. Saya ingin menjadi Menteri Polhukam suatu hari nanti,” ujarnya.
Beverly memprediksi bahwa dukungan pendidikan tanpa beban biaya akan melahirkan banyak anak muda Kaltim dengan ambisi serupa, bahkan lebih besar. Ia berharap ke depan Gratispol dapat dirancang lebih merata, tepat sasaran, dan berkelanjutan agar momentum ini tidak terputus.
“Semoga tidak hanya generasi saya, tapi generasi setelah saya juga merasakan manfaat yang sama. Kaltim bisa mengubah wajah kepemimpinan Indonesia di masa depan,” tutupnya (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).








