Edit Content

Sulasih Desak Penanganan Banjir Kaltim Dilakukan Bertahap dan Strategis

ktmd - katamedia.co
Senin, 2 Jun 2025 01:39 WITA
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sulasih
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sulasih

Samarinda, KATAMEDIA – Kalimantan Timur tengah menghadapi musim penghujan ekstrem yang memicu banjir di hampir seluruh kabupaten/kota. Menanggapi kondisi ini, Sulasih berharap pemerintah segera mengambil langkah taktis dan sistematis.

“Terkait banjir ini, kami berharap pemerintah bisa menyelesaikan persoalan ini, setidaknya tidak secara langsung, tapi dilakukan secara bertahap menggunakan berbagai macam trik-trik dan metode yang sekiranya diperlukan untuk mengantisipasi banjir tersebut,” ujar Sulasih.

Banjir di Kaltim disebabkan oleh kombinasi faktor, mulai dari rusaknya daerah aliran sungai (DAS), alih fungsi lahan, hingga kurangnya sistem drainase yang memadai. Penanganan banjir memerlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan ahli lingkungan, tata ruang, dan infrastruktur.

Baca juga  Pemkab Kukar Segera Laksanakan Seleksi JPTP untuk Mengisi Jabatan Kosong

Sulasih menyadari bahwa masalah banjir tidak bisa diselesaikan seketika. Pendekatan bertahap yang dimaksud mencakup pembangunan bendungan kecil (check dam), revitalisasi sungai, hingga program edukasi masyarakat tentang konservasi lahan.

Dari sudut pandang perencanaan daerah, antisipasi banjir seharusnya menjadi bagian dari dokumen perencanaan jangka menengah maupun panjang. Hal ini penting agar program mitigasi bencana tidak bersifat reaktif, melainkan proaktif dan terstruktur.

Baca juga  DPRD Kaltim Dorong Komitmen Pemerintah Daerah Tangani Krisis Pangan dan Pertahankan Lahan Pertanian

Pendekatan ‘trik-trik’ yang dimaksud Sulasih dapat diartikan sebagai upaya teknis seperti peningkatan kapasitas kanal, normalisasi sungai, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam pengendalian air. Pemerintah perlu mengadopsi praktik terbaik dari daerah lain yang telah berhasil.

Partisipasi masyarakat dalam pengendalian banjir juga krusial. Program padat karya seperti gerakan bersih sungai atau pembangunan tanggul berbasis komunitas bisa menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu penyelesaian infrastruktur permanen.

Baca juga  Soroti Dugaan Manipulasi Pajak Hingga Sosok Penguasa Bayangan Inisial H di Pemprov Kaltim, AMAK Bakal Gelar Aksi

Banjir tidak hanya merugikan secara ekonomi, tapi juga berpotensi menimbulkan krisis kesehatan dan sosial. Komitmen anggota DPRD seperti Sulasih menunjukkan bahwa masalah ini harus ditangani dengan pendekatan yang menyeluruh, berkelanjutan, dan melibatkan semua pemangku kepentingan. (Adv)

Bagikan:
Berita Rekomendasi