KATAMEDIA, SAMARINDA – Di tengah bertambahnya kebutuhan ruang belajar, SMPN 28 Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, masih harus berbagi ruang dengan fungsi yang semestinya.
Hal itu terlihat setelah laboratorium komputer terpaksa dialihfungsikan menjadi ruang kelas untuk menampung 455 siswa yang kini belajar dengan keterbatasan fasilitas.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai bahwa penambahan dua ruang kelas menjadi kebutuhan utama agar laboratorium komputer dapat kembali difungsikan sebagaimana mestinya.
“Untuk kondisi bangunan keseluruhan SMPN 28 sudah cukup baik, tinggal penambahan dua kelas yang kurang untuk menampung 32 siswa,” Ungkapnya, Rabu (12/8/2026).
Novan sapaan karibnya menekankan pembangunan juga harus memperhitungkan persoalan limpasan air dari kawasan permukiman berbukit di belakang sekolah yang kerap mengalir ke halaman sekolah saat hujan deras.
“Kita perlu juga memikirkan bagaimana bangunan ini aman dari limpahan air ketika hujan. Karena di belakang itu kawasan permukiman berbukit,” Ucapnya.
Selain itu, Novan menjelaskan usulan pembangunan dua ruang kelas tersebut telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda.
Politisi dari partai Golkar itu menambahkan sumber pembiayaan tidak harus sepenuhnya mengandalkan APBD, tetapi dapat berasal dari bantuan keuangan (Bankeu) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Pembiayaan itu tidak hanya dari APBD kita. Tapi bisa juga dari bantuan keuangan (Bankeu) atau Dana Alokasi Khusus,” Tutup Novan. (ADV)










