Home › ,

Program SIKAT Diluncurkan, Pemkab Kutim Genjot Pemerataan Internet Pendidikan

ktmd - katamedia.co
Kamis, 20 Nov 2025 05:21 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk menata ulang layanan internet pendidikan memasuki tahap baru. Rabu, 19 November 2025, Diskominfo Staper Kutai Timur memperkenalkan Program SIKAT atau Strategi Internet Kutai Timur Aman dan Terkelola dalam sebuah pertemuan resmi di ruang rapat kantor dinas tersebut.

Program ini diproyeksikan menjadi kerangka baru pengelolaan jaringan internet sekolah yang lebih terstruktur.

Selama ini, sekolah di Kutai Timur berhadapan dengan persoalan klasik: akses internet yang tidak merata dan sering kali tidak stabil. Kendala itu bukan sekadar menyulitkan guru dalam mengakses materi digital, tetapi juga mengganggu pelaksanaan kegiatan yang membutuhkan jaringan memadai, seperti asesmen berbasis komputer yang wajib dilaksanakan secara berkala.

Sejumlah sekolah bahkan kesulitan sekadar memastikan layanan administrasi digital berjalan sebagaimana mestinya.

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, mengatakan bahwa peluncuran Program SIKAT merupakan langkah korektif sekaligus strategi jangka panjang.

Baca juga  Swarga Bara Dorong Pengembangan Wisata Sungai

Menurutnya, layanan internet untuk pendidikan tidak cukup hanya disediakan, tetapi harus dikelola dengan sistem yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Yang kami dorong adalah pemerataan dan keamanan akses. Internet di sekolah tidak boleh menjadi layanan yang datang dan pergi tanpa pengawasan,” kata Ronny dalam sosialisasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa jaringan internet yang digunakan sekolah seyogianya mendukung kebutuhan belajar dan tidak dialihkan untuk aktivitas lain.

“Kami ingin memastikan pemanfaatan jaringan tetap berada dalam fungsi pendidikan. Itu sebabnya pengelolaannya harus tertata,” ujarnya.

Ia pun meminta para peserta sosialisasi, yang terdiri dari perwakilan sekolah dan koordinator wilayah, untuk menjadi penjaga perubahan digital.

Mereka diminta aktif mengawasi penggunaan jaringan dan menjaga agar budaya digital yang berkembang di sekolah tetap sehat.

Presentasi teknis mengenai kondisi layanan internet dipaparkan oleh Kepala Bidang Infrastruktur TIK, Sulisman. Ia membeberkan bahwa Kutai Timur memiliki 694 sekolah yang tersebar di 18 korwil, namun dari jumlah tersebut hanya 191 sekolah yang pernah menikmati layanan internet gratis.

Baca juga  APBD Kukar 2024 Defisit, Bupati Edi Lakukan Penyesuaian

Layanan itu pun terhenti sejak Maret 2025 lantaran kuota habis. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan perlunya sistem baru yang lebih terukur dan tidak bergantung pada skema sementara.

Dari evaluasi tersebut, Diskominfo menyusun Program SIKAT dengan lima komponen utama, yang menurut Sulisman akan memperbaiki kualitas layanan secara menyeluruh.

Komponen tersebut mencakup dashboard terintegrasi untuk memantau seluruh akses internet sekolah secara real-time; pengaturan bandwidth agar kegiatan pembelajaran menjadi prioritas; penyaringan konten yang difokuskan pada keamanan siswa menggunakan sistem berbasis MikroTik; autentikasi khusus bagi guru dan siswa; serta peta digital yang menunjukkan kondisi akses internet setiap sekolah.

Dengan alat pemetaan itu, dinas dapat mengidentifikasi kebutuhan jaringan secara lebih presisi.

Tahapan implementasi dilakukan secara bertahap. Dalam dua bulan pertama, sepuluh akses baru akan dipasang sebagai prioritas awal. Setelah itu, penyempurnaan sistem dilakukan sebelum seluruh layanan diintegrasikan dengan platform pendidikan daerah.

Baca juga  Sekda Kukar Ajak OPD Optimalkan Anggaran untuk Peningkatan Saluran Irigasi

“Kami ingin memastikan fondasi layanan internet benar-benar kuat sebelum masuk ke tahap integrasi penuh,” ujar Sulisman.

Ia menilai proses ini bukan sekadar proyek teknis, tetapi bagian dari upaya membangun infrastruktur TIK pendidikan yang berkesinambungan.

Harapan agar program ini benar-benar berjalan datang dari para pemangku kepentingan sekolah.

Kepala Sekolah 014 Sangatta Utara, Mulhatim, menyatakan bahwa keberadaan internet yang stabil sangat dibutuhkan, terutama karena sekolahnya sedang menjalankan program berbasis teknologi.

“Kami menyambut baik program ini. Mudah-mudahan pelaksanaannya bisa terus berlanjut, karena sekolah sangat bergantung pada koneksi yang andal,” kata Mulhatim.

Dengan peluncuran Program SIKAT, pemerintah daerah berambisi menutup kesenjangan layanan internet pendidikan sekaligus mempercepat transformasi digital di sekolah-sekolah Kutai Timur. Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki akses, tetapi juga membentuk ekosistem digital yang lebih tertata. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi