Home › ,

Festival Pesona Budaya Bukit Pelangi Resmi Dibuka, Kutim Rayakan Keberagaman

ktmd - katamedia.co
Sabtu, 22 Nov 2025 03:39 WITA

KATAMEDIA, Sangatta – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutai Timur diwarnai dengan penyelenggaraan Festival Pesona Budaya di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat malam, 21 November 2025.

Gelaran tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang menyebut acara tahunan ini sebagai penanda penting bahwa kebudayaan lokal masih menjadi denyut utama kehidupan masyarakat.

Dalam sambutannya, Mahyunadi menilai keberagaman di Kutim membutuhkan ruang dialog agar nilai-nilai adat dari berbagai suku tetap terjaga. Ia menyebut kabupaten itu sebagai wilayah yang memuat banyak lapisan identitas, mulai dari masyarakat Kutai dan Dayak hingga pendatang dari Banjar, Jawa, Bugis, Batak, dan sejumlah daerah timur Indonesia.

Baca juga  Dishub Kutim Terapkan Pemantauan Real Time di Delapan Titik Persimpangan

Menurut dia, keberagaman itu akan kokoh bila masyarakat tetap diberi panggung untuk menampilkan tradisi masing-masing.

“Kalau tradisi terus dirawat lewat acara seperti ini, generasi berikutnya tidak akan kehilangan jejak budayanya,” ujar Mahyunadi.

Ia juga menyinggung peluang ekonomi yang lahir dari penyelenggaraan festival. Dengan melibatkan para perajin dan pelaku usaha kecil, pemerintah daerah berharap pertumbuhan ekonomi Kutim dapat dirasakan secara lebih merata.

Stan-stan UMKM yang disiapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperkenalkan karya, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas produksi.

“Kita ingin pelaku usaha kecil mendapat ruang lebih besar. Pertumbuhan ekonomi yang sudah berjalan baik harus menyentuh mereka,” tuturnya.

Mahyunadi kemudian mengajak warga Kutim menjaga suasana hidup yang rukun. Ia mengatakan bahwa harmoni sosial adalah syarat utama untuk membangun daerah yang terdiri dari berbagai latar budaya.

Baca juga  Kaltim Dorong Desa Wisata Jadi Pusat Tumbuhnya Generasi Emas, Dialog Digelar di Kapal Susur Mahakam

Gotong royong, menurutnya, merupakan kekuatan yang tidak boleh luntur.

“Terus jaga kebiasaan saling membantu, karena dari situlah kemajuan daerah berawal,” ucapnya.

Dari pihak pelaksana, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Padliansyah, melaporkan bahwa festival disiapkan sebagai ruang temu budaya.

Ia menjelaskan bahwa kekayaan Kutim tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada seni dan tradisi yang lahir dari berbagai komunitasnya.

“Di sini masyarakat dapat saling berinteraksi, menampilkan kreasi, dan memperkuat hubungan satu sama lain,” kata Padliansyah.

Baca juga  Polemik Sidrap, DPRD Kaltim Sebut Gugatan Harus Dialamatkan ke Mendagri, Bukan Kepala Daerah

Ia menyebut rangkaian acara akan berlangsung selama tiga malam dengan suguhan seni dari wilayah pesisir hingga pedalaman, termasuk kolaborasi dengan daerah lain.

Selain panggung pertunjukan, festival menyediakan area khusus bagi UMKM agar mampu memanfaatkan momentum bertemu langsung dengan publik.

Padliansyah berharap festival pada tahun-tahun mendatang semakin berkembang dan menjadi magnet bagi generasi muda untuk mempelajari akar budaya mereka.

Melalui kolaborasi seni, ekonomi, dan partisipasi warga, pemerintah Kabupaten Kutai Timur menargetkan Festival Pesona Budaya menjadi agenda tahunan yang bukan hanya meramaikan peringatan hari jadi, tetapi juga menguatkan identitas daerah dan menumbuhkan peluang usaha masyarakat. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi