
KATAMEDIA, Sangatta- Rencana besar untuk memperkuat cadangan pangan Kutai Timur kembali ditegaskan pemerintah daerah melalui langkah memperluas areal persawahan hingga mencapai 10 ribu hektare.
Upaya ini dinilai penting agar kebutuhan beras masyarakat dapat terpenuhi tanpa bergantung pada daerah lain serta mendukung visi menjadikan Kutim sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia mengungkapkan bahwa kondisi saat ini masih jauh dari ideal.
“Luas persawahan baru mencakup sekitar 2.600 hektare, sehingga pemerintah perlu menambah tidak kurang dari 7.400 hektare lahan baru untuk mendukung program pencetakan sawah,” ujarnya, Selasa, 25/11/2025.
Dessy menerangkan bahwa percepatan perluasan lahan merupakan bagian dari program unggulan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi dalam lima tahun ke depan.
Pemerintah daerah, kata dia, terus menyiapkan langkah teknis dan pemetaan wilayah yang memungkinkan dibuka sebagai lahan persawahan baru.
Dengan jumlah penduduk Kutai Timur yang kini melampaui 400 ribu jiwa, pemerintah memandang bahwa kebutuhan 10 ribu hektare persawahan harus segera diwujudkan untuk menjaga ketahanan pangan.
Dessy menambahkan bahwa kalkulasi tersebut dihitung berdasarkan target produksi dengan pola tanam dua kali dalam setahun sehingga pasokan beras tetap terjaga.
Selain memperluas lahan, Kutim juga menjalankan program Gerakan Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) 300 yang mendorong petani melakukan tiga kali masa tanam per tahun.
Ia menyebut bahwa upaya ini sudah mulai diterapkan pada musim tanam tahun ini dan diharapkan membawa peningkatan signifikan pada hasil panen.
Lebih jauh, pemerintah daerah tidak hanya menargetkan swasembada pangan, tetapi juga mengarahkan Kutim menjadi pemasok beras untuk daerah sekitar seperti Bontang dan Samarinda.
Visi tersebut, lanjutnya, ditetapkan sebagai target jangka panjang hingga 2030.
Ia menegaskan bahwa DTPHP Kutim akan terus memperkuat seluruh program pertanian agar perluasan lahan, peningkatan produktivitas, dan kemandirian pangan berjalan beriringan. Dengan begitu, Kutai Timur dapat memantapkan posisinya sebagai pusat produksi beras di Kalimantan Timur. (ADV/MR)







