Edit Content

Kuota GratisPol Mahasiswa Luar Daerah Diperketat, Prioritaskan Kampus Top 10

ktmd - katamedia.co
Minggu, 30 Nov 2025 05:57 WITA
paparan data target anggaran program dan implementasi gratispol pendidikan
paparan data target anggaran program dan implementasi gratispol pendidikan

KATAMEDIA, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperketat penyaluran beasiswa GratisPol pendidikan, khususnya bagi mahasiswa asal Kaltim yang menempuh pendidikan di luar daerah.

Kebijakan ini disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim, Dasmiah. Ia menjelaskan, jumlah mahasiswa luar daerah yang masuk dalam program tahun ini cukup besar, sempat tercatat mendekati 2.000 orang sebelum dikoreksi menjadi sekitar 1.500 penerima.

Tahun depan kuotanya akan dipangkas signifikan menjadi hanya sekitar 800 mahasiswa. Pengurangan ini dilakukan agar proses seleksi lebih ketat dan bantuan pendidikan diprioritaskan bagi bidang studi yang benar-benar dibutuhkan daerah.

Baca juga  Warga Padati Layanan GratisPol di Jalan Sehat & Gowes HKN ke-61: Antusias, Dekat dan Menenangkan

“Banyak orang tua bertanya, ‘Kenapa anak saya tidak dapat?’ Nah, untuk tahun depan semuanya betul-betul kami seleksi. Tidak bisa longgar seperti sebelumnya,” tegas Dasmiah.

Ia menyoroti adanya mahasiswa luar daerah yang memilih jurusan umum seperti pendidikan, akuntansi, dan ekonomi—program studi yang sebenarnya tersedia di banyak kampus di Kaltim.

Menurutnya, mahasiswa dengan jurusan yang sudah tersedia di daerah tidak lagi menjadi prioritas untuk mendapat beasiswa luar daerah.

Baca juga  Mulyono Tegaskan Pentingnya Akses Pendidikan Setara bagi Anak Kutim

Dalam evaluasi data pengumuman sebelumnya, Dasmiah menemukan bahwa beberapa mahasiswa penerima berasal dari universitas yang tidak masuk daftar “Top 10”, yaitu kelompok kampus unggulan yang menjadi prioritas utama Pemprov Kaltim dalam program GratisPol.

Ketika hal itu dikonfirmasi, Dasmiah menjelaskan bahwa mahasiswa dari kampus di luar daftar “Top 10” sebenarnya masih bisa mendapatkan beasiswa, asalkan perguruan tinggi tersebut memiliki kerja sama yang relevan dengan Pemprov Kaltim atau sedang dijajaki untuk kolaborasi ke depan.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa penempatannya berada pada kuota terbatas.

Baca juga  Sambangi Kejati, AMAK Gelar Aksi Dugaan KKN Di Kalimantan Timur

“Kalau memang kampusnya punya kerja sama dengan kita, itu masih boleh. Tetapi kuotanya sangat terbatas. Yang menjadi prioritas tetap kampus-kampus Top 10,” jelasnya.

Dengan kebijakan baru ini, Pemprov Kaltim ingin memastikan bahwa penyaluran GratisPol lebih terarah, memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah, serta menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi dari universitas unggulan nasional.

Evaluasi lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran program pada tahun-tahun berikutnya (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi