KATAMEDIA, KUKAR – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak hanya menjadi tahap persiapan sebelum memasuki sekolah dasar (SD), tetapi juga fondasi utama pembentukan karakter anak.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menekankan pentingnya pendidikan prasekolah selama satu tahun untuk menanamkan nilai disiplin, kemandirian, dan kejujuran sejak dini.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan kebijakan wajib belajar 13 tahun kini mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak masuk SD. Tahap tersebut diharapkan dapat membentuk karakter dan akhlak mulia sebagai bekal dalam menempuh pendidikan selanjutnya.
“Jadi bukan lagi 12 tahun, tapi sudah 13 tahun itu wajib anak-anak kita untuk mengikuti sebelum masuk SD satu tahun di PAUD,” kata Heriansyah pada Kamis, (29/10/2026).
Pendidikan usia dini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Kukar untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, akses terhadap pendidikan prasekolah perlu diperhatikan agar anak-anak di wilayah perdesaan juga memperoleh kesempatan belajar yang sama.
Heriansyah menjelaskan, pemerataan akses pendidikan prasekolah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, seperti mitra PAUD, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), tokoh masyarakat, hingga kepala desa.Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya PAUD, sehingga tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar.
“Harusnya di usia dini ini kita ajarkan bagaimana mereka itu disiplin, kemandirian, kedisiplinan, kemudian kejujuran, itu yang paling penting,” terangnya.
Selain akses pendidikan, ia menyoroti pentingnya pembiasaan perilaku positif dalam proses belajar anak. Nilai-nilai dasar tersebut dapat ditanamkan melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam keseharian.
Anak-anak, misalnya, mulai dibiasakan mengantre dan datang tepat waktu. Pembiasaan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sebelum mereka memasuki lingkungan pendidikan dasar.
“Misalnya contoh bagaimana mereka harus belajar mengantre, bagaimana mereka harus tepat waktu, itu dulu,” tandasnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).










