KATAMEDIA, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen untuk tidak sekadar memulihkan bangunan fisik pemukiman warga pascamusibah kebakaran yang terjadi khususnya di Kelurahan Melayu.
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, pemerintah daerah menyiapkan strategi pemulihan berbasis penataan kawasan yang lebih terstruktur, sehat, layak huni, serta memiliki sistem mitigasi bencana yang kuat.
Langkah ini diambil agar kawasan pemukiman warga yang terdampak tidak hanya kembali berdiri, tetapi juga bertransformasi menjadi lingkungan yang jauh lebih aman dari risiko kebakaran di masa depan.
Kepala Dinas Perkim Kukar, M. Aidil, menjelaskan bahwa pemetaan data awal dan diskusi bersama warga merupakan pijakan utama sebelum melangkah ke tahap eksekusi penataan.
Guna memastikan penataan kawasan berjalan sesuai kebutuhan riil di lapangan, Pemkab Kukar menerapkan prinsip perencanaan partisipatif.
Dinas Perkim Kukar berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk melakukan pendataan menyeluruh sekaligus mengagendakan ruang dialog langsung bersama warga terdampak.
Langkah inklusif ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terkait konsep penataan tata ruang lingkungan rumah tinggal mereka.
“Untuk tahap awal ini kami melakukan pendataan dulu bersama kelurahan dan kecamatan,” ujar Aidil, Sabtu (17/10/2026).
Pihaknya juga merencanakan pertemuan langsung dengan masyarakat terdampak agar penataan lingkungannya nanti menjadi rapi, layak, sehat, serta mampu memitigasi kejadian berulang.
Selain aspek kesehatan dan kelayakan hunian, elemen penataan pascabencana ini memprioritaskan penyediaan sarana mitigasi lingkungan. Penataan ulang drainase, kerapian jarak antar-bangunan, hingga aksesibilitas jalan bagi penanganan darurat menjadi perhatian utama Pemkab Kukar agar potensi bahaya serupa dapat ditekan semaksimal mungkin.
Pemerintah daerah memandang musibah ini sebagai momentum penting untuk membenahi tata ruang kawasan pemukiman padat agar lebih teratur dan memiliki ketahanan tinggi terhadap bencana
Mengenai mekanisme skema bantuan dan rekonstruksi fisik, Pemkab Kukar tengah mengkaji berbagai opsi alokasi anggaran daerah yang paling memungkinkan dan efisien. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pimpinan daerah untuk merumuskan formulasi kebijakan bantuan yang tepat sasaran bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Pemkab Kukar memastikan bahwa negara dan pemerintah daerah akan selalu hadir mendampingi masyarakat melewati masa-masa sulit hingga kehidupan mereka kembali pulih dan normal seperti sediakala.
“Kami masih dalam tahap koordinasi teknis, namun yang pasti kita berupaya maksimal untuk mengembalikan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana seperti sediakala,” pungkasnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).










