KATAMEDIA, SAMARINDA – Peristiwa meninggalnya seorang pelajar SMK di Kota Samarinda mendapat perhatian serius dari DPRD Samarinda. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai kejadian tersebut menjadi cerminan bahwa pengawasan sosial terhadap keluarga rentan di lingkungan masyarakat masih perlu diperkuat.
Menurut Sri Puji, tragedi tersebut tidak seharusnya dipandang sebagai persoalan pribadi semata. Ia menegaskan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat sekitar, memiliki tanggung jawab untuk lebih peduli terhadap kondisi warga di lingkungannya.
“Ini tidak bisa dianggap persoalan biasa. Semua pihak harus introspeksi,” kata Sri Puji Senin (18/05/2026).
Ia mengaku hingga kini masih menunggu informasi lengkap mengenai kronologi kejadian karena adanya perbedaan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Meski demikian, Sri Puji menekankan bahwa setiap warga yang tinggal di Samarinda tetap berhak mendapatkan perhatian dan pelayanan dasar dari pemerintah.
Menurutnya, lingkungan sekitar seharusnya lebih peka terhadap kondisi warga yang mengalami kesulitan ekonomi maupun persoalan kesehatan. Peran RT, Dasawisma, hingga tetangga sekitar dinilai sangat penting untuk mendeteksi lebih awal jika ada keluarga yang hidup dalam kondisi rentan.
“Kalau komunikasi sosial berjalan baik, biasanya persoalan di lingkungan bisa lebih cepat diketahui,” ungkapnya.
Selain persoalan pengawasan sosial, Sri Puji juga menyoroti masih adanya kendala administrasi kependudukan yang menyebabkan sebagian warga kesulitan mengakses layanan pemerintah. Ia menyebut dokumen kependudukan menjadi syarat utama untuk memperoleh bantuan sosial, BPJS, maupun layanan pendidikan.
“Administrasi kependudukan itu sangat penting karena menjadi pintu masuk berbagai layanan pemerintah,” timpanya.
Ia mengatakan persoalan tersebut masih banyak ditemui pada warga pendatang maupun masyarakat di kawasan pinggiran Samarinda yang belum sepenuhnya terjangkau pelayanan administrasi. Karena itu, ia meminta pemerintah memperkuat pendataan dan jemput bola terhadap warga yang belum memiliki dokumen lengkap.
Di sisi lain, DPRD juga meminta sekolah meningkatkan fungsi pengawasan terhadap peserta didik, khususnya siswa yang mengalami persoalan ekonomi atau kesehatan. Menurut Sri Puji, sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial siswa.
“Fungsi pengawasan di sekolah harus berjalan. Guru wali kelas dan pihak sekolah harus lebih aktif memperhatikan kondisi siswanya,” pungkasnya.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama agar seluruh pihak lebih peduli terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar. Dengan pengawasan dan komunikasi sosial yang baik, Sri Puji menilai berbagai persoalan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar. (ADV)





