Edit Content

Wacana Gubernur Pangkas Anggaran Hingga 70 Persen, Walikota Samarinda Beri Tanggapan

ktmd - katamedia.co
Selasa, 6 Mei 2025 10:39 WITA

SAMARINDA, KATAMEDIA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menanggapi wacana Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud yang menginstruksikan pemangkasan belanja daerah hingga 70 persen. Ia mengkhawatirkan wacana tersebut akan mengganggu roda perekonomian daerah.

Meski menyatakan dukungannya terhadap semangat efisiensi dan fokus belanja pada sektor prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, Andi Harun menilai angka efisiensi yang diminta terlalu tinggi jika diterapkan di level kota dan kabupaten.

Baca juga  Rahmi Zahratunnisa Dapat Dukungan Penuh Pemkot Samarinda untuk Grand Final Puteri Muslimah Kaltim 2025

“Kalau untuk tingkat provinsi, 70 persen itu mungkin masih masuk akal. Tapi untuk kami di kabupaten dan kota, terlalu berat,” ujar Andi dalam keterangannya, Selasa (6/5/2025).

Ia menegaskan bahwa peredaran uang di masyarakat sangat bergantung pada belanja pemerintah, terutama di daerah yang belum memiliki basis ekonomi yang kuat dari sektor swasta. “Jika perputaran uang ditekan terlalu dalam, ini justru bisa memperparah ketimpangan ekonomi dan memperbesar sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa),” jelasnya.

Baca juga  Jahidin Dorong Pembentukan Pansus Lintas Komisi Telusuri Aset Bermasalah

Andi mengingatkan bahwa pemerintah kota juga memegang tanggung jawab menjaga stabilitas ekonomi, termasuk mengendalikan inflasi. Ia khawatir pemangkasan anggaran yang terlalu ekstrem justru bisa memperlambat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi.

Sebagai alternatif, Pemkot Samarinda tetap mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang merekomendasikan efisiensi anggaran hingga 50 persen. “Kami sudah terapkan itu. Untuk perjalanan dinas, pemangkasan sudah mencapai 50 persen,” tandasnya.

Baca juga  Wali Kota Samarinda Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis: Bermanfaat Ganda untuk Siswa dan UMKM

Dengan penekanan pada keseimbangan antara efisiensi dan produktivitas ekonomi, Andi berharap kebijakan anggaran tidak hanya hemat secara administratif, tetapi juga tetap mendukung denyut ekonomi di tingkat akar rumput.

Bagikan:
Berita Rekomendasi