Soroti Pasar Sungai Dama Lama yang Kian Kosong, Iswandi Minta Pemkot Benahi Tata Kelola

ktmd - katamedia.co
Senin, 13 Jul 2026 05:46 WITA
Ketua komisi II DPRD Samarinda, Iswandi/doc
Ketua komisi II DPRD Samarinda, Iswandi/doc

KATAMEDIA, SAMARINDA – Wajah Pasar Sungai Dama lama kini tak lagi seramai dulu. Semakin banyak lapak yang kosong seiring perpindahan pedagang ke pasar baru di seberangnya.

Melihat kondisi tersebut, ketua komisi II DPRD Samarinda, Iswandi mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) agar segera menyiapkan langkah pengelolaan sehingga pasar lama tidak berubah menjadi aset yang terbengkalai.

Menurutnya, pasar seharusnya menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat yang dikelola dengan perencanaan matang, bukan hanya dibangun secara fisik.

Baca juga  Sengketa Kepemilikan Lahan di Samarinda, DPRD Soroti Kasus Tumpang Tindih dan Ganti Rugi

“Pemerintah selama ini hanya membangun tapi mengelola tidak bisa. Pasar itu untuk menggerakkan perekonomian rakyat, maka perlu adanya perencanaan yang matang sejak awal,” Ungkap Iswandi. Senin (13/7/2026).

Lebih lanjut, Iswandi menyebutkan setiap rencana renovasi pasar lama maupun pembangunan pasar baru harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar benar-benar mampu meningkatkan aktivitas ekonomi.

Baca juga  Komisi II DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipecah, Pariwisata dan Olahraga Dinilai Perlu Fokus Terpisah

“Dalam membangun sesuatu jangan mengatasnamakan rakyat, tapi atas nama rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka dibangun pasar, sehingga nantinya pasar itu ramai,” Ucapnya.

Sebagai contoh, politisi dari partai PDI Perjuangan itu menyoroti Pasar Pagi di Jalan Gajah Mada yang telah selesai direvitalisasi namun masih menghadapi persoalan lapak dan tata kelola. Iswandi pun meminta pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan kios yang telah dibagikan.

Baca juga  DPRD Samarinda Akan Tinjau Langsung Proyek Lapak Sementara Pasar Pagi

“Pasar Pagi kita perlu optimalkan. Kalau sampai Agustus lapak-lapak yang sudah dibagi tapi tidak ditempati, maka ditarik saja, karena banyak yang mau jualan tapi tidak punya kesempatan. Ini bukan untuk investasi, ini untuk orang dagang agar ekonomi bergerak,” Tutup Iswandi. (ADV)

Bagikan:
Berita Rekomendasi