Rencana Taksi Berargo di Samarinda, DPRD Minta Transportasi Lokal Tak Terpinggirkan

ktmd - katamedia.co
Selasa, 6 Okt 2026 11:24 WITA
Anggota Komisi II DPRD Samarinda Viktor Yuan
Anggota Komisi II DPRD Samarinda Viktor Yuan

KATAMEDIA, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan slot sekitar 100 armada taksi berargo dalam rencana induk transportasi kota. Rencana tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan transportasi perkotaan, termasuk peluang masuknya Blue Bird ke Samarinda.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda Viktor Yuan menyambut terbukanya peluang investasi di sektor transportasi. Namun, ia meminta pemerintah tetap memberikan prioritas kepada pengusaha dan kendaraan lokal.

Baca juga  DPRD Samarinda Susun Agenda Padat untuk Agustus 2026, Bahas APBD hingga Rapat Paripurna

“Saya pikir semua peluang usaha terbuka untuk siapa pun. Tapi yang ingin saya sampaikan kepada wali kota, utamakan pengusaha lokal. Utamakan pengusaha lokal,” ujar Viktor, di Samarinda, Selasa malam (6/10/2026).

Menurut Viktor, investasi baru seharusnya berjalan beriringan dengan pengembangan transportasi lokal. Ia mencontohkan angkutan kota yang menurutnya masih perlu dihidupkan kembali.

“Utamakan kendaraan-kendaraan lokal. Hidupkan angkot yang ada di Kota Samarinda. Seperti di Bogor sana angkot hidup,” katanya.

Baca juga  Serapan Anggaran PUPR Samarinda Rendah, Arie Wibowo Sebut Kepastian Dana Pusat Jadi Kendala

Blue Bird sebelumnya telah memperluas layanan ke Kalimantan Timur dan hadir di Balikpapan sejak Agustus 2024. Di Balikpapan, perusahaan tersebut menyediakan sejumlah layanan, mulai dari taksi reguler Blue Bird hingga layanan sewa kendaraan Golden Bird dan executive shuttle Cititrans.

Jika rencana kehadiran taksi berargo di Samarinda terealisasi, Viktor meminta pemerintah memastikan penambahan armada tersebut tidak menimbulkan persoalan baru bagi moda transportasi yang sudah ada.

Baca juga  Permudah Mobilitas Warga, Jembatan Sebulu Segera Dibangun

Ia mengingatkan persaingan usaha dapat terjadi antara perusahaan, pengemudi, angkot, hingga transportasi berbasis aplikasi.

“Pemerintah jeli melihat ini,” tegasnya.

Viktor berharap pengembangan transportasi Samarinda tidak semata-mata mengejar bertambahnya investasi dan armada, tetapi juga memperkuat pelaku usaha lokal serta menciptakan sistem transportasi yang mampu mengakomodasi kepentingan berbagai pihak. (ADV/DPRD Kota Samarinda).

Bagikan:
Berita Rekomendasi