Edit Content
Home › ,

Relokasi TPA dan Sistem Baru, Upaya Kutim Atasi Sampah 220 Ton Per Hari

ktmd - katamedia.co
Selasa, 18 Nov 2025 06:54 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Pemkab Kutai Timur (Kutim) tengah merancang pemindahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batota ke lokasi baru dengan sistem pengelolaan modern.

Langkah ini diambil untuk menangani peningkatan volume sampah yang kini mencapai 220 ton per hari, sekaligus mencegah dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“TPA yang sekarang masih beroperasi sementara, tetapi sistemnya akan ditingkatkan menjadi controlled landfill. Sedangkan TPA baru akan memakai sistem sanitary landfill, yang jauh lebih ramah lingkungan,” ujar Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor.

Baca juga  Penurunan Angka Stunting yang Signifikan di Kukar pada Tahun 2023

Dia menambahkan, pengelolaan sampah menjadi prioritas Pemkab Kutim karena jumlah sampah di Sangatta terus meningkat.

“Dengan sistem baru, sebagian besar sampah akan diolah di TPST, dan hanya sekitar 30 persen yang dibuang ke TPA. Sistem ini juga bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Noviari juga memastikan pembangunan TPST akan diperluas ke kecamatan lain seperti Bengalon, Muara Wahau, dan Muara Bengkal.

Baca juga  Inisiatif Dialog Wisata Dispar Kukar untuk Meningkatkan Pariwisata Budaya

Selain membahas TPA, Noviari menekankan bahwa penilaian Adipura menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan sampah.

“Penghargaan Adipura sangat memperhatikan sistem pengelolaan sampah. Kita harus memastikan sistemnya benar-benar sesuai standar,” katanya.

Noviari menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Partisipasi masyarakat dan sektor swasta sangat penting. Kami juga terus mendorong warga untuk memilah sampah sejak dari rumah agar pengelolaan lebih efektif,” tambahnya.

Baca juga  Pemkab Kukar Luncurkan Sosialisasi Zona Nilai Tanah untuk Revisi NJOP

Dengan sistem yang lebih terencana dan terintegrasi, Noviari optimistis Kutim bisa menangani persoalan sampah secara menyeluruh sekaligus meningkatkan peluang meraih penghargaan Adipura. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi