KATAMEDIA, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa komitmen pemerintah provinsi dalam memajukan sektor olahraga tidak akan terpengaruh oleh dinamika anggaran.
Ia memastikan bahwa persiapan Kaltim menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 akan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, baik secara kebijakan maupun pendanaan.
Rudy menilai bahwa persoalan anggaran bukanlah hambatan utama dalam pembangunan olahraga.
Menurutnya, fokus terpenting saat ini adalah bagaimana mencetak talenta terbaik yang siap bersaing dan mengharumkan nama Kaltim di kancah nasional.
“Orang sering khawatir soal anggaran. Padahal, duit itu sebenarnya tidak menjadi persoalan. Yang penting adalah bagaimana kita memaksimalkan upaya pembinaan. Jumlahnya bisa menyesuaikan, tapi komitmen pemerintah tidak akan berkurang,” ujar Rudy dalam agenda pembinaan olahraga di Samarinda.
Sebagai provinsi dengan wilayah luas dan sumber daya berlimpah, Rudy melihat Kaltim memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat prestasi olahraga di Indonesia.
Potensi atlet tersebar di berbagai kabupaten/kota, dan hal ini perlu ditangani dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
“Kalimantan Timur ini kaya, bukan hanya SDA, tapi juga SDM. Banyak anak muda kita punya bakat luar biasa. Tantangan pemerintah adalah bagaimana membentuk mereka memiliki karakter pemenang, disiplin, dan mental juara,” jelasnya.
Menyongsong PON 2028, Rudy Mas’ud menginstruksikan Dispora Kaltim untuk memperkuat sistem pembinaan atlet dari hulu ke hilir.
Penjaringan bakat usia dini, peningkatan kompetisi lokal, hingga kerja sama erat dengan pengurus cabor menjadi fokus utama. Ia menekankan agar pembinaan tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau kecamatan dan desa.
Menurut Rudy, pemerintah provinsi sangat siap memberikan dukungan strategis, termasuk dukungan pendanaan yang dibutuhkan untuk pelatihan dan pengembangan atlet.
“Untuk dukungan, pemerintah tidak main-main. Kalau bicara support, bukan hanya 100 persen, tapi 1000 persen kami siap. Atlet kita harus punya fasilitas, pelatih, dan program terbaik,” tegasnya.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan fasilitas olahraga di beberapa daerah. Venue-venue latihan dan pusat pembinaan akan diperkuat agar atlet Kaltim memiliki tempat latihan yang layak dan berstandar tinggi.
Rudy menekankan bahwa pembinaan karakter menjadi elemen penting dalam proses tersebut. Menurutnya, prestasi tidak mungkin hadir tanpa kerja keras, konsistensi, dan disiplin yang kuat.
“Karakter itu pondasi. Kalau mentalnya terbentuk, prestasi akan mengikuti. Pemerintah hadir memastikan proses itu berjalan,” tegasnya.
Dengan komitmen besar tersebut, Pemprov Kaltim optimistis dapat mengangkat prestasi olahraga daerah dan mencetak sejarah baru pada PON 2028.
Rudy menegaskan bahwa Kaltim harus menjadi provinsi yang bukan hanya kaya sumber daya, tetapi juga kaya prestasi (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).





