Edit Content
Home › ,

Pemkab Kutim Tingkatkan Pendidikan Keagamaan melalui Program Guru Al-Qur’an

ktmd - katamedia.co
Sabtu, 22 Nov 2025 04:33 WITA

KATAMEDIA, Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Disdikbud Kutim) kembali melaksanakan seleksi bagi calon guru pengajar Al-Qur’an di sejumlah sekolah dasar, sebagai kelanjutan program yang sudah berjalan tahun sebelumnya. Kali ini, pelaksanaan diperluas hingga mencakup dua kecamatan di wilayah Sangatta.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa kegiatan seleksi tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memperkuat pendidikan keagamaan di sekolah formal.

Ia menambahkan bahwa program ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat dan sekolah karena memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar membaca dan memahami Al-Qur’an secara lebih terstruktur.

Baca juga  Fadly Usulkan Reformasi Tata Niaga Pupuk demi Atasi Kelangkaan

Mulyono menyebutkan, seleksi tahun ini memperluas cakupan hingga Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, dibandingkan tahun sebelumnya yang baru mencakup delapan sekolah di Sangatta.

“Antusiasme peserta seleksi menunjukkan tingginya minat tenaga pendidik dalam memperdalam kemampuan mengajar Al-Qur’an,” ujar Mulyono.

Untuk memastikan kualitas pengajar, Disdikbud menyiapkan mekanisme seleksi ketat yang tidak hanya menguji kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga metode pengajaran yang sesuai dengan karakter siswa sekolah dasar.

Baca juga  Siap Ekspor, Kualitas Produksi Pisang Kaltim Meningkat

Program pengajaran Al-Qur’an di sekolah umum sebelumnya hanya difokuskan pada delapan sekolah. Melihat hasil positif yang memengaruhi pembentukan karakter siswa, Disdikbud Kutim memutuskan memperluas wilayah pelaksanaan program.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pendidikan spiritual anak sejak dini serta mendukung visi daerah dalam membangun generasi religius dan berakhlak.

Selain memperluas jangkauan, Disdikbud juga berencana menambah jam pelajaran bagi siswa yang mengikuti pembelajaran Al-Qur’an.

Mulyono menyatakan, tambahan dua jam pelajaran akan diterapkan dengan guru yang distandarisasi oleh Pratisara Bumi Foundation, sehingga materi yang diberikan dapat tersampaikan lebih mendalam dan sistematis.

Baca juga  Bappeda Kutim Tegaskan Pentingnya Kerja Lapangan dalam Program KLA

Pratisara Bumi Foundation digandeng sebagai mitra untuk menstandarisasi tenaga pengajar dan memberikan pelatihan agar metode pengajaran sesuai dengan standar pendidikan Al-Qur’an yang baik.

Mulyono menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan keagamaan tambahan di sekolah, tetapi bagian dari kebijakan pendidikan karakter yang diusung pemerintah daerah.

Ia berharap, melalui bimbingan intensif dan pengajar yang kompeten, siswa dapat memahami nilai-nilai Al-Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi