
KATAMEDIA, Sangatta – Pulau Miang, di Kecamatan Sangkulirang, semarak akhir pekan lalu dengan digelarnya Festival Jelajah Nusantara. Kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah dan komunitas lokal ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal.
Pelaksana Tugas Camat Sangkulirang, Cipto Buntoro, hadir dalam pembukaan festival dan menekankan bahwa acara semacam ini memiliki dampak yang jauh melampaui hiburan semata.
“Festival ini membuktikan bahwa ketika pemerintah dan komunitas bekerja sama, kita bisa melihat hasil yang nyata untuk masyarakat. Dari peningkatan pariwisata, hingga kesempatan bagi UMKM lokal untuk berkembang,” kata Cipto.
Festival Jelajah Nusantara Pulau Miang merupakan kolaborasi Dinas Pariwisata Kutai Timur (Dispar Kutim) dengan berbagai komunitas setempat. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari pameran budaya, pertunjukan seni, hingga kegiatan edukatif dan aksi lingkungan seperti penanaman pohon di pesisir pulau.
Menurut Cipto, keberagaman kegiatan ini membuat festival tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu program yang menarik perhatian adalah pameran produk UMKM lokal. Kerajinan tangan, kuliner khas, hingga hasil olahan masyarakat setempat mendapat respons positif dari pengunjung, termasuk wisatawan dari luar daerah.
Cipto menilai hal ini menunjukkan bahwa festival dapat menjadi platform yang efektif untuk memperkenalkan potensi lokal kepada publik.
Tidak kalah penting, kegiatan lingkungan seperti penanaman pohon dan bersih-bersih pantai mendapat partisipasi aktif warga.
“Ini bukan sekadar simbol, tapi langkah nyata menjaga kelestarian alam Pulau Miang. Lingkungan yang terjaga akan mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah menyatakan, festival ini merupakan contoh konkret bagaimana pemerintah daerah dan komunitas dapat bersinergi untuk mengembangkan pariwisata.
“Dengan dukungan pemerintah, komunitas mampu menampilkan kreativitas dan inovasi lokal. Hasilnya, tidak hanya wisata meningkat, tetapi UMKM dan budaya lokal juga mendapat perhatian lebih,” katanya.
Selain hiburan dan pameran, festival juga menghadirkan lokakarya edukatif. Masyarakat diajak belajar membuat kerajinan dari bahan lokal dan berdiskusi mengenai pelestarian lingkungan.
Menurutnya, kegiatan semacam ini menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Acara yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti ratusan warga dan wisatawan.
Festival Jelajah Nusantara Pulau Miang diharapkan menjadi titik awal pengembangan Pulau Miang sebagai destinasi wisata unggulan di Kutai Timur. (ADV/MR)








