Edit Content

Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Desa Melalui JOSPOL

ktmd - katamedia.co
Selasa, 18 Nov 2025 02:08 WITA
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM-PEMDES) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM-PEMDES) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto.

KATAMEDIA, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus melakukan langkah strategis dalam pemanfaatan Dana Desa tahun 2025 demi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM-PEMDES) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto menegaskan, total Dana Desa tahun 2025 mencapai Rp 8,049 triliun yang difokuskan untuk mendukung program prioritas pemerintah provinsi, Jaminan Sosial dan Pembangunan (JOSP0L).

“Melalui JOSP0L, Dana Desa bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat desa,” ujar Puguh.

Baca juga  Darlis Sebut Pemprov dan Pemkab Harus Introspeksi soal Sekolah Rakyat

Tahun 2025, dana dialokasikan ke 841 desa di seluruh Kaltim, dengan sejumlah program prioritas yang menekankan masa depan desa yang mandiri dan sejahtera.

Beberapa di antaranya adalah: penguatan ketahanan pangan nabati melalui pencetakan dan peningkatan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa; pencegahan stunting serta peningkatan gizi ibu hamil, menyusui, dan anak balita; percepatan eliminasi TBC; pemberian BLT untuk mengurangi kemiskinan absolut; dan pembangunan sarana serta prasarana desa yang mendukung infrastruktur berkelanjutan.

Baca juga  Distribusi Perdana Seragam Gratis Gratispol Diperkirakan Meluas, 7.500 Paket Sudah Bergerak di Dua Kota Besar

Distribusi dana desa telah direncanakan secara strategis, antara lain: Paser 139 desa Rp 124,5 miliar, Kutai Kartanegara 193 desa Rp 200,5 miliar, Berau 100 desa Rp 101,5 miliar, Kutai Barat 190 desa Rp 151,3 miliar, Kutai Timur 139 desa Rp 150,3 miliar, Penajam Paser Utara 30 desa Rp 29,4 miliar, dan Mahakam Ulu 50 desa Rp 52,2 miliar.

Selain itu, pemberdayaan masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan menjadi pendorong ekonomi lokal, khususnya dalam pengembangan pariwisata desa.

Baca juga  Agusriansyah Sebut Status Desa Definitif Bisa Akhiri Polemik Kampung Sidrap

Program ini akan memberikan peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan pendapatan desa secara berkelanjutan.

Dengan pengelolaan Dana Desa yang tepat dan fokus pada JOSP0L, Kaltim menargetkan masa depan desa yang lebih mandiri, sejahtera, dan tangguh menghadapi tantangan ekonomi serta sosial.

Masyarakat desa diharapkan bisa menikmati manfaat jangka panjang dari program ini, mulai dari ketahanan pangan hingga peningkatan kualitas hidup, membangun fondasi untuk generasi emas Kaltim di masa depan (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi