KATAMEDIA, SAMARINDA – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur kembali memperluas cakupan layanan JoSPol sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan maupun mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas. Dengan pendekatan yang lebih lembut dan menyentuh kebutuhan masyarakat, JoSPol ingin memastikan tak ada satu pun warga yang terlewat dari haknya mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan bahwa program ini hadir sebagai terobosan di tengah kondisi geografis Kaltim yang menantang. Banyak wilayah masih sulit dijangkau, sehingga diperlukan layanan yang turun langsung ke lapangan.
“JoSPol kami hadirkan agar masyarakat yang tinggal jauh atau tidak mampu mendatangi fasilitas kesehatan tetap mendapatkan pelayanan yang layak,” jelasnya.
Tim JoSPol bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain menggunakan jalur darat, jalur sungai, hingga kombinasi keduanya. Dengan cara ini, mereka berusaha merangkul masyarakat yang selama ini harus menghadapi hambatan akses kesehatan, terutama di daerah pelosok.
“Kami membawa obat-obatan, alat pemeriksaan, dan tenaga kesehatan lengkap. Masyarakat cukup menunggu di rumah atau titik kumpul yang sudah ditentukan,” ujarnya.
Layanan ini menjadi angin segar bagi berbagai kelompok rentan—mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga warga yang tidak memiliki kendaraan untuk menuju fasilitas kesehatan.
Jaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat JoSPol, baik melalui penambahan armada maupun penyiapan tenaga kesehatan yang lebih banyak. Dengan langkah ini, diharapkan setiap jangkauan layanan bisa semakin luas dan masyarakat merasa lebih diperhatikan serta terlindungi (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).








