KATEMEDIA, Samarinda – Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) bekerja sama dengan Universitas Mulawarman(Unmul) menggelar acara “Lemhannas Goes to Campus” bertempat di GOR 27 September, Unmul, Samarinda, Selasa(22/09/2026) pukul 09.00 Wita.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk kuliah umum oleh Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily dengan membuka sesi tanya jawab dan dirangkai dengan Penandatanganan MoU dengan Rektor Unmul serta Penyerahan Sertifikat dan Cinderamata dari Gubernur Lemhannas RI kepada 12 Rektor Undangan.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily mengatakan, kegiatan Lemhanas Goes to Campus di Universitas Mulawarman yang dihadiri para mahasiswa dari Civitas Akademika Universitas Mulawarman dan juga para pimpinan perguruan tinggi atau para rektor se-Kalimantan Timur ini yaitu dalam rangka memastikan berbagai upaya Lemhannas RI guna memperkuat ketahanan nasional dengan mengokohkan nilai-nilai kebangsaan.
“Secara spesifik kita mendorong geoekologi dalam memperkuat ketahanan nasional dan bagaimana peran strategis pergerakan tinggi untuk terus mendorong penguatan Ibu Kota di Kalimantan Timur ini saya kira merupakan sesuatu yang sangat penting dan strategis,” ungkapnya.

Ace Hasan menjelaskan, tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini tidaklah mudah, apalagi di tengah situasi geopolitik global yang penuh dengan ketidakpastian, persaingan teknologi antar negara, serta berbagai tantangan yang lain seperti perubahan iklim serta perubahan struktur demografi yang perlu diantisipasi oleh semua komponen bangsa termasuk diantaranya perguruan tinggi.
Apalagi, lanjutnya, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, jembatannya adalah hari ini dimana generasi muda yang sekarang sedang belajar di bangku kuliah itulah yang harus terus menerus diperkuat karakter kebangsaannya.
“kalau mahasiswa memiliki karakter kebangsaan patriotis cinta terhadap tanah air, maka apa yang mereka dapatkan di dalam proses pembelajaran di bangku kuliah ini tentu nanti kita harapkan akan memberikan dampak kepada kemajuan bangsa kita,” jelas Ace Hasan.
Ia menyebut, Lemhanas menganggap sangat penting posisi perguruan tinggi termasuk diantaranya Universitas Malawarman sebagai satu entitas bagi peningkatan kualitas SDM apalagi IKN berada di Kalimantan Timur, yang tentunya harus selaras dengan program peningkatan kualitas SDM dan tentu dampaknya bukan saja terhadap Kalimantan Timur, tetapi juga untuk mendorong pemerataan pembangunan sehingga bisa melahirkan Indonesia sentri yang merata, berkeadilan dan kemajuan pembangunan.
Disinggung mengenai ketahanan nasional dalam rangka menyikapi perkembangan teknologi utamanya pemanfaatan Artificial Intelligence(AI), Ace Hasan menegaskan, agar hadirnya kemudahan melalui AI ini jangan sampai membuat seseorang kehilangan semangat untuk mendorong kecerdasan yang sifatnya analitis.
Menurutnya, seperti yang diketahui saat ini bahwa di dalam konteks teknologi informasi yang berbasis AI tersebut lebih condong berbasis pada algoritma. Untuk itu, tentu pada proses pendidikan termasuk diantaranya pendidikan kebangsaan, tetap harus bertumpu pada jati diri bangsa Indonesia dan rasa nasionalisme. Sehingga nantinya, sumber pengetahuan misalnya tetap berasal dari kearifan lokal.
“Nasionalisme kebangsaan kita, itu harus berbasis kepada sistem pembelajaran yang kita harapkan akan membangun sikap kritis memiliki kecintaan kepada tanah air, tetapi tetap kritisisme tersebut dengan penuh tanggung jawab,” terang Ace Hasan.
“Karena itu saya tadi sampaikan bahwa AI, kecerdasan buatan, jangan sampai membuat misalnya anak-anak muda kita melahirkan anak-anak muda yang berpikir instan, tidak memiliki kemampuan analitis yang mendalam terhadap berbagai pengetahuan yang didapatkannya. Tetapi juga yang paling penting adalah bagaimana kita tidak boleh punya ketergantungan terhadap AI karena pembentukan karakter itu tidak bisa dipelajari di artificial intelligence,” tambahnya.
Terakhir, ia berharap, sikap kepemimpinan, empati, kepedulian yang dibentuk di dalam karakter kemahasiswaan itu tidak bisa dibangun oleh Artificial Intelligence. Tetapi itu harus diajarkan langsung melalui misalnya pembentukan karakter, kedisiplinan, pembiasaan.
“Nah inilah yang saya kira penting untuk selalu kami tekankan bahwa ada hal-hal yang diluar AI yang memang harus dibentuk secara langsung seperti sikap empati dan kepedulian,” pungkasnya.









