KATAMEDIA, KUKAR – Kelompok-kelompok yang telah terbentuk di masyarakat didorong untuk berperan sebagai penghubung antara petani dan konsumen.
Pemanfaatan kelompok tersebut diharapkan dapat memperkuat pemasaran hasil pertanian sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) Ananias mengatakan, salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam pemasaran hasil pertanian adalah panjangnya jalur distribusi dari produsen menuju konsumen.
Semakin banyak perantara yang terlibat dalam proses distribusi, semakin besar pula kemungkinan munculnya perbedaan antara harga yang diterima petani dan harga akhir di pasaran.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian agar petani mendapatkan manfaat yang sepadan dengan hasil produksi mereka.
Kelompok-kelompok yang ada dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan petani sebagai penghasil produk dengan masyarakat yang membutuhkan.
Dengan demikian, pemasaran tidak hanya berorientasi pada penjualan hasil panen, tetapi juga bagaimana proses tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Mereka bisa menjadi penghubung antara petani yang menghasilkan produk dengan masyarakat yang membutuhkan,” kata Ananias pada Sabtu, (31/10/2026).
Ia menegaskan, peningkatan produksi pertanian perlu diikuti kemampuan petani dalam memasarkan hasil panen. Sebab, keberhasilan sektor pertanian tidak cukup diukur dari banyaknya produk yang dihasilkan, tetapi juga dari keuntungan yang diterima petani setelah produk tersebut terjual.
Karena itu, petani diharapkan tidak hanya berfokus pada proses menghasilkan produk, tetapi turut memperhatikan akses pasar dan jalur distribusinya. Pemasaran menjadi bagian penting agar hasil pertanian benar-benar memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha tani.
“Petani jangan hanya berorientasi pada bagaimana menghasilkan produk. Pemasaran juga harus diperhatikan supaya hasil pertanian mereka benar-benar memberikan nilai ekonomi,” katanya.
Ananias menambahkan, upaya yang ingin didorong pemerintah bukan sekadar memastikan produk petani terjual, melainkan membangun pemasaran yang terus berjalan dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani.
“Yang ingin kita dorong bukan hanya produk petani bisa terjual, tetapi bagaimana pemasaran itu bisa terus berjalan dan memberikan manfaat bagi petaninya,” pungkasnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).










