KATAMEDIA, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmen nyata dalam merawat tradisi lokal sekaligus membangkitkan perekonomian masyarakat pesisir.
Melalui gelaran Pesta Laut Samboja 2026 yang berlangsung meriah di Halaman Pasar Kuala Samboja pada 16 Oktober 2026 malam, Pemkab Kukar sukses memadukan nilai syukuran warisan leluhur nelayan dengan geliat ekonomi kreatif dan pertunjukan seni daerah.
Ajang tahunan ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan nelayan, mendorong UMKM lokal naik kelas, serta memfasilitasi ruang ekspresi bagi generasi muda.
Guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, Pesta Laut Samboja 2026 melibatkan tidak kurang dari 115 pelaku UMKM. Berbagai olahan hasil laut, kuliner khas pesisir, hingga produk kerajinan warga dipasarkan secara luas kepada para pengunjung.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus Darmawan, saat membacakan sambutan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa Pesta Laut bukan sekadar pesta rakyat, melainkan wadah promosi produk unggulan daerah yang selaras dengan visi Kukar Idaman Terbaik.
“Kita ingin Samboja Kuala dikenal bukan hanya karena kemeriahan pesta lautnya, tetapi juga karena masyarakatnya yang rukun, kekayaan seni budayanya, hasil lautnya yang bermutu, serta lingkungan baharinya yang terawat,” ujar Awang dalam acara Pesta Laut Kuala Samboja, Jum’at (16/10/2026) malam.
Ia menambahkan bahwa semangat ini sejalan dengan sejumlah Program Dedikasi Pemkab Kukar, seperti Nelayan Tangguh, Kredit Kukar Idaman Terbaik, Stimulus Komunitas Kreatif, hingga program Jaga Lingkungan Lestari.
Panggung Ekosistem Seni dan Budaya Lokal.
Selain dampak ekonomi, pesta rakyat ini menjadi ajang unjuk bakat masif bagi para pelaku seni daerah. Panitia menghadirkan 16 grup tari lokal dan 13 band daerah untuk tampil satu panggung bersama artis nasional, Charly ST12.
Melalui sinergi antara pelestarian budaya, penguatan pariwisata bahari, dan pemberdayaan UMKM ini, Pemkab Kukar optimistis kawasan pesisir Samboja akan tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Semangat kebersamaan inilah kekuatan yang sejak dahulu menjaga kehidupan masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Di sisi lain, Lurah Kuala Samboja sekaligus Ketua Panitia, Muhammad Saleh, menjelaskan bahwa pesta laut adalah simbol penghormatan terhadap alam serta harapan akan keselamatan para nelayan saat melaut.
“Pesta laut bukan sekadar perayaan, melainkan tradisi dan warisan budaya masyarakat pesisir yang mengandung nilai kebersamaan,” kata Saleh saat dikonfirmasi pada Sabtu (17/10/2026).
Kemudian, kehadiran talent lokal yang turut memeriahkan acara merupakan wujud nyata dukungan terhadap kreativitas generasi muda agar kemampuan mereka dikenal masyarakat luas. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 18 Oktober 2026. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).










