Kegiatan Pemerintah Dipangkas, Sektor Perhotelan Samarinda Ikut Terdampak

ktmd - katamedia.co
Rabu, 7 Okt 2026 05:51 WITA
Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah
Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah

KATAMEDIA, SAMARINDA – Sektor perhotelan di Kota Samarinda menghadapi penurunan kontribusi terhadap pendapatan daerah hingga September 2024, penerimaan dari sektor perhotelan tercatat sekitar Rp160 miliar, turun dibandingkan capaian 2023 yang mencapai kurang lebih Rp200 miliar.

Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menilai kondisi tersebut berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Pengurangan sejumlah kegiatan, terutama agenda yang bersifat seremonial, ikut berdampak terhadap tingkat aktivitas bisnis hotel.

Menurut Helmi, selama ini berbagai kegiatan pemerintahan turut menggunakan fasilitas hotel untuk rapat, pertemuan maupun acara lainnya. Ketika agenda tersebut dikurangi, aktivitas sektor perhotelan ikut mengalami dampak.

Baca juga  DPRD Kaltim Dukung Ekstrakurikuler Murah dan Bermakna di Sekolah Agar Terus Dikembangkan

“Penurunan itu sebenarnya karena ada efisiensi dari pemerintah sendiri. Banyak kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial sementara ini ditiadakan,” kata Helmi, Rabu 7 Oktober 2026.

Ia berharap kebijakan terkait dana transfer ke daerah ke depan dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk kembali menjalankan berbagai program.

Dengan meningkatnya aktivitas pemerintahan, menurutnya, hotel di Samarinda berpeluang kembali mendapatkan peningkatan okupansi.

“Harapan kita mudah-mudahan ke depan ada kebijakan dari pemerintah pusat mengenai dana transfer ke daerah untuk bisa dikembalikan,” ujarnya.

Baca juga  Komisi II DPRD Samarinda Tekankan Pengendalian Inflasi demi Menjaga Daya Beli Masyarakat

Meski demikian, Helmi menilai pelaku industri perhotelan tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan pemerintah. Promosi daerah dan pengembangan pasar wisata juga perlu diperkuat.

Ia mendorong hotel bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk lebih aktif memperkenalkan Samarinda kepada masyarakat luar daerah. Dengan semakin banyaknya kunjungan, tingkat hunian hotel diharapkan ikut meningkat.

Selain berdampak pada pendapatan daerah, pertumbuhan hotel juga dinilai memiliki manfaat terhadap penyerapan tenaga kerja. Bertambahnya hotel baru akan membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat Samarinda.

Baca juga  Sulasih Soroti Potensi Ekonomi Daerah, Sawit dan Batu Bara Masih Jadi Andalan

Helmi memperkirakan sebuah hotel dapat menyerap sekitar 10 hingga 20 tenaga kerja. Karena itu, investasi baru di sektor perhotelan dinilai dapat memberikan tambahan kesempatan kerja.

Ia pun meminta pengusaha hotel agar memprioritaskan tenaga kerja lokal. Namun, masyarakat Samarinda juga harus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing dan mengisi berbagai posisi di industri perhotelan.

Menurut Helmi, tenaga kerja lokal diharapkan tidak hanya menempati posisi operasional, tetapi juga mampu berkembang hingga menduduki jabatan strategis. (ADV/DPRD Kota Samarinda).

Bagikan:
Berita Rekomendasi