KATAMEDIA, SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, meminta Pemerintah Kota Samarinda tidak hanya fokus pada penanganan sementara bagi pedagang terdampak kebakaran Pasar Segiri pada Maret lalu. Ia menilai diperlukan langkah lanjutan berupa perencanaan matang agar penataan kawasan pasar dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Menurut Deni, pembangunan lapak darurat yang telah disiapkan pemerintah merupakan bentuk respons cepat yang layak diapresiasi. Meski demikian, ia menekankan bahwa solusi sementara tersebut harus dibarengi dengan konsep penataan jangka panjang yang jelas.
“Jangan sampai hanya direlokasi seperti ini saja, tapi tidak ada planning ke depannya,” ungkap Deni, Senin (18/05/2026)
Ia menilai pemerintah kota perlu menyampaikan secara terbuka arah kebijakan penataan pasar pascakebakaran, mulai dari konsep pembangunan hingga tahapan pelaksanaannya. Dengan demikian, para pedagang maupun masyarakat dapat mengetahui gambaran penanganan yang akan dilakukan pemerintah.
Selain itu, Deni menyebut DPRD Kota Samarinda juga membutuhkan kejelasan perencanaan agar fungsi pengawasan dapat berjalan optimal. Menurutnya, dokumen perencanaan yang rinci akan memudahkan dalam memberikan saran maupun evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.
“Kalau memang nanti ada perencanaannya seperti apa, itu harus dituangkan dalam satu perencanaan yang detail dan matang,” imbuhnya.
Ia menambahkan, keberadaan perencanaan yang komprehensif juga penting untuk memastikan proses pemulihan ekonomi pedagang berjalan seiring dengan penataan kawasan kota yang lebih tertib dan aman. Transparansi kebijakan dinilai menjadi faktor penting agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap langkah yang diambil pemerintah.
Deni berharap penanganan pascakebakaran tidak hanya berorientasi pada pemindahan sementara pedagang, tetapi juga mampu menghadirkan kawasan pasar yang lebih layak, nyaman, dan memiliki sistem penataan yang lebih baik di masa mendatang. (ADV)







