Home ›

Keterbatasan Anggaran, Pemeliharaan Rutin Jembatan Kukar Terhambat

ktmd - katamedia.co
Sabtu, 14 Feb 2026 02:17 WITA

KATAMEDIA, TENGGARONG – Skema pemeliharaan jembatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sejatinya telah memiliki aturan yang jelas. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan, secara aturan, pemeliharaan jembatan terbagi dalam dua kategori, yakni rutin dan berkala.

“Kalau aturan untuk pemeliharaan rutin jembatan itu 1–3 bulan sekali. Sedangkan pemeliharaan berkala 1–5 tahun sekali, tergantung kondisi jembatan dan lingkungan sekitar,” katanya, Jumat (13/2/2026).

Baca juga  Ratusan Siswa Tak Tertampung di SMA Negeri Tenggarong, DPRD Kaltim Dorong Solusi Pemerataan

Ia mengaku, meski jadwal tersebut menjadi pedoman teknis, pelaksanaan pemeliharaan rutin belum bisa dilakukan secara maksimal. Salah satu penyebab utamanya ‘keterbatasan anggaran’ serta banyaknya jumlah jembatan yang tersebar di wilayah Kukar.

“Kendalanya kita saat ini di anggaran yang terbatas. Jadi jarang pemeliharaan rutin itu dilaksanakan. Apalagi jembatan di Kukar ini banyak, jadi banyak juga yang harus dipelihara,” ujarnya.

Untuk tahun 2026 lanjut dia, total anggaran pemeliharaan jembatan yang dialokasikan sebesar Rp3 miliar, terdiri dari Rp2 miliar untuk pemeliharaan berkala dan Rp1 miliar untuk pemeliharaan rutin.

Baca juga  Jadi Ajang Bergengsi Nasional, Turnamen Golf Bupati Kukar 2025 Siap Digelar

Namun, sebagian anggaran tersebut juga terserap untuk melanjutkan pekerjaan tahun sebelumnya yang sempat mengalami putus kontrak.

Anggaran pemeliharaan berkala difokuskan untuk melanjutkan pemasangan jembatan bailey di Enggelam, sementara pemeliharaan rutin diarahkan untuk penanganan jembatan di Sebuntal yang mengalami kerusakan berat dan menjadi satu-satunya akses masyarakat.

“Karena kegiatan tahun sebelumnya putus kontrak, jadi yang berkala untuk melanjutkan pemasangan baley di Enggelam dan pemel rutin, karena ada jembatan di Sebuntal yang rusak berat, akses satu-satunya, rencana mau dikerjakan baley kalau cukup uangnya,” ujarnya.

Baca juga  Tegaskan Marwah Adat, DPP LPADKT Nyatakan Dukungan Penuh Kepada Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura

Sementara, Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menambahkan bahwa secara umum kondisi jembatan di Kukar, termasuk Jembatan Tenggarong, masih relatif aman.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipatif dengan menggandeng Balai Keselamatan Jembatan Kementerian PUPR untuk melakukan kajian dan analisa teknis terhadap beberapa jembatan strategis di Kukar.

“Kita tidak berani langsung memperbaiki tanpa kajian. Kita minta bantuan tenaga ahli untuk melakukan analisa dan kajian, nanti rekomendasinya menjadi dasar perbaikan,” tegasnya.

Bagikan:
Berita Rekomendasi