Pemkot Samarinda Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan Secara Menyeluruh

ktmd - katamedia.co
Senin, 21 Apr 2025 07:53 WITA
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Mangkupelas, Balai Kota Samarinda, pada Senin (21/4/2025).
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Mangkupelas, Balai Kota Samarinda, pada Senin (21/4/2025).

KATAMEDIA, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berkomitmen dalam menanggulangi stunting dan pengentasan kemiskinan.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, usai mengikuti rapat koordinasi (Rakor) yang digelar di Ruang Rapat Mangkupelas, Balai Kota Samarinda, pada Senin (21/4/2025).

Kepada awak media, Saefuddin Zuhri juga menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir untuk mengatasi persoalan stunting. Menurutnya, upaya penanganan tidak boleh hanya difokuskan pada anak yang sudah terdampak, namun juga harus dimulai sejak masa remaja, pra-nikah, hingga kehamilan dan menyusui.

Baca juga  Kawasan Budaya Tenggarong Akan Menjadi Lokasi Car Free Day Disdikbud Kukar

“Kita tidak bisa hanya bekerja di hilir. Penanganan stunting itu dimulai dari remajanya, dari sebelum pernikahan, masa kehamilan, menyusui, hingga anak-anak. Kita ingin cari metode terbaik agar angka stunting ini bisa terus menurun,” Ungkap Saefuddin Zuhri.

Data terbaru menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kalimantan Timur masih berada pada angka 21 persen. Namun, Saefuddin optimis Samarinda dapat menunjukkan penurunan signifikan dalam waktu satu tahun ke depan.

Baca juga  Fadly Usulkan Reformasi Tata Niaga Pupuk demi Atasi Kelangkaan

“Kita punya target, tapi yang paling penting adalah komitmen dan kerja kolaboratif dari semua pihak. Saya serahkan kepada teman-teman OPD untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam waktu yang terbatas ini,” Ucapnya.

Selain itu, Saefuddin juga  menyampaikan bahwa sektor kesehatan menjadi ujung tombak dalam upaya ini, di mana Dinas Kesehatan, DPPKB, serta lembaga tingkat dasar seperti puskesmas dan posyandu memainkan peran sentral.

“Posyandu adalah ujung tombak di lapangan. Mereka yang langsung berhadapan dengan masyarakat, sehingga perannya sangat vital,” Jelasnya.

Baca juga  Inflasi Menjadi Tantangan, Wali Kota Samarinda Optimalkan Pembangunan Berbasis Kesejahteraan Masyarakat

Untuk itu, Saefuddin menambahkan bahwa pendekatan terhadap stunting juga merupakan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Kedua isu ini, menurutnya, saling berkaitan erat.

“Ketika kita berhasil menurunkan stunting, itu bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal masa depan. Anak yang sehat akan tumbuh cerdas dan produktif — itu investasi jangka panjang bagi kota ini,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Rekomendasi