Syarifatul Sebut UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Berau Pasca COVID-19

ktmd - katamedia.co
Selasa, 27 Mei 2025 11:46 WITA
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah

Samarinda, KATAMEDIA – Sektor UMKM di Kabupaten Berau mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah. Ia mengungkapkan bahwa saat pandemi COVID-19, UMKM mampu bertahan bahkan mengalami pertumbuhan signifikan.

“Ya luar biasa sih kalau UMKM di Berau ini karena kemarin terbukti saat COVID-19 lalu ada 15 ribu UMKM naik,” ungkapnya.

Menurutnya, walaupun pandemi menyebabkan banyak sektor usaha lesu, UMKM tetap berjalan berkat kreativitas masyarakat yang mengandalkan jual-beli daring.

Baca juga  Agus Aras Minta Warga Tak Kendur, Meski Kasus COVID-19 Hanya Dua

“Artinya walaupun dampak COVID-19 ini luar biasa mematikan perekonomian tapi ternyata sektor UMKM itu masih berjalan karena banyak masyarakat ternyata ya membeli online dan menjual juga,” tambahnya.

Ia menilai UMKM berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata. Produk seperti makanan khas, souvenir, dan oleh-oleh menjadi pelengkap destinasi wisata.

“Memang sektor ini yang gak ada matinya kemarin di Berau saat COVID lalu dan sektor ini pula yang bisa mendampingi pariwisata di Kabupaten Berau,” ujarnya.

Baca juga  Persoalan Volume Sampah Idulfitri 1446 H, DLH Samarinda Apresiasi Kesadaran Warga

Salah satu produk UMKM yang menonjol adalah Coklat Berau yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Produk ini mendapat dukungan dari perusahaan tambang lokal.

“Apalagi di Berau saat ini yang tengah booming itu Coklat Berau yang sudah terkenal ke manca negara. Itu memang selama ini kita dibantu oleh PT Berau Coal untuk mensuplai bibitnya, terus membantu pemasarannya, membudidayakannya, dan sampai kemasannya itu dibantu,” terangnya.

Baca juga  RSHD Laporkan ke BK DPRD Kaltim, Darlis Sebut Silakan, Tapi Pahami Dulu Undang-Undang

Syarifatul berharap pemerintah dan swasta dapat terus mendorong pengembangan komoditas lokal lain agar UMKM menjadi sektor unggulan daerah.

“Masyarakat Berau itu punya alternatif menanam coklat dan harganya kalau dihitung-hitung potensinya dengan sawit itu imbang. Jadi tidak melulu kita harus sawit, tapi potensi-potensi seperti itu yang harus dikembangkan,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Rekomendasi