KATAMEDIA, SAMARINDA – Menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang akan diberlakukan pada tahun mendatang, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Provinsi Kalimantan Timur memastikan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi program utama.
Tiga wilayah diproyeksikan menjadi fokus percepatan, yakni Mahakam Ulu (Mahulu), Kutai Timur (Kutim), dan Berau. Kepala DPUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitrah Firnanda, menyampaikan bahwa pemangkasan anggaran tidak menghentikan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Menurutnya, pemilihan tiga wilayah prioritas tersebut didasarkan pada kebutuhan mendesak terkait aksesibilitas, peningkatan aktivitas ekonomi, serta pemerataan pembangunan.
“Mahulu, Kutim, dan Berau itu tiga titik yang membutuhkan intervensi lebih cepat. Di tengah efisiensi, kami harus benar-benar memastikan bahwa anggaran diarahkan ke tempat yang dampaknya besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Mahakam Ulu menjadi daerah dengan tantangan paling besar dalam hal infrastruktur dasar. Pembangunan jalan menuju dan di dalam wilayah tersebut akan tetap menjadi agenda utama DPUPR-Pera.
Fitrah menegaskan bahwa proyek Tering–Ujoh Bilang serta lanjutan Ujoh Bilang–Long Bagun, meskipun sempat dikira proyek multi-years, sebenarnya merupakan program tahunan yang akan diteruskan pada 2025 dan 2026.
Kehadiran pembangunan yang bersinergi dengan paket pekerjaan dari APBN juga akan memperkuat jalur darat yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat Mahulu.
Kutim menjadi wilayah kedua yang masuk prioritas. Aktivitas industri, pertanian, dan pariwisata berkembang pesat di kabupaten ini, sehingga perbaikan kualitas jalan dianggap sangat mendesak.
PUPR-Pera menyiapkan peningkatan beberapa ruas strategis untuk menunjang arus logistik dan mobilitas masyarakat, terutama di jalur penghubung antar-kecamatan.
“Kutim itu kawasan bergerak cepat. Jalan yang baik akan sangat menentukan efektivitas kegiatan ekonomi,” ujar Fitrah.
Berau, yang selama ini dikenal sebagai daerah pariwisata dan pintu masuk logistik ke wilayah pesisir utara, juga mendapatkan perhatian khusus.
Upaya peningkatan kualitas jalan diproyeksikan tetap berjalan agar akses menuju lokasi wisata, sentra perikanan, hingga jalur penghubung antarpermukiman semakin memadai.
“Potensi Berau cukup besar, sehingga kualitas infrastruktur harus terus ditingkatkan,” lanjutnya.
Selain pembangunan baru, Fitrah menegaskan bahwa pemeliharaan rutin menjadi pekerjaan yang tidak boleh terganggu oleh efisiensi anggaran.
Ia menekankan bahwa jalan rusak dapat memicu kecelakaan dan menghambat aktivitas masyarakat, sehingga pemeliharaan minimal tetap harus terpenuhi.
“Kami tidak bisa mengorbankan keamanan pengguna jalan. Pemeliharaan adalah komitmen yang tetap dijaga,” tegasnya.
Walaupun menghadapi tantangan alokasi yang tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, DPUPR-Pera tetap optimis pembangunan prioritas berjalan sesuai rencana.
Fitrah mengatakan dinasnya berupaya mengoptimalkan setiap rupiah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan luas.
“Dengan perencanaan yang baik, pembangunan masih bisa berlanjut. Yang penting, anggaran diarahkan ke sektor yang benar-benar penting,” pungkasnya (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).







