Edit Content

PSSI Kaltim Siap Dibangun Ulang dan Evaluasi Total

ktmd - katamedia.co
Selasa, 2 Des 2025 10:43 WITA
Foto bersama di agenda kongres tahunan PSSI Kaltim.
Foto bersama di agenda kongres tahunan PSSI Kaltim.

KATAMEDIA, Samarinda – Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kaltim, M. Faisal, menegaskan pentingnya konsolidasi dan evaluasi menyeluruh dalam tubuh PSSI Kaltim.

Hal itu ia sampaikan dalam Kongres Tahunan Asprov PSSI Kaltim yang digelar sebagai agenda kerja tahunan organisasi, sekaligus momentum pembenahan tata kelola sepak bola di Benua Etam.

Faisal menjelaskan bahwa kongres tahunan bukan sekadar forum laporan, melainkan ruang strategis untuk menyosialisasikan statuta dan regulasi terbaru dari PSSI pusat kepada seluruh pengurus cabang kabupaten/kota.

Menurutnya, penyelarasan regulasi merupakan fondasi penting agar tata kelola organisasi dapat berjalan lebih tertib dan profesional.

“Ini momen untuk memperbaiki tata kelola organisasi. Pertama, statuta harus benar-benar dipahami seluruh pengurus. Kedua, aturan-aturan pusat perlu diturunkan secara jelas ke daerah. Ketiga, dari sini kita harap ada konsolidasi untuk memperkuat kembali PSSI Kaltim,” ujarnya.

Baca juga  11 Cabor Absen dalam PON 2028, KONI Kaltim Siapkan Strategi Khusus

Ia juga menyinggung capaian masa lalu ketika Kaltim mampu meraih medali emas cabang sepak bola. Capaian itu, menurutnya, adalah pengingat bahwa prestasi bukan hal mustahil.

Evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh untuk menjawab berbagai pertanyaan yang kini muncul: mengapa performa tim daerah mengalami penurunan dan apa yang harus dibenahi.

“Apakah persoalannya di sistem tata kelola kepengurusan? Atau rekrutmen pemain yang kurang tepat? Atau memang manajemen kompetisi daerah yang belum optimal? Semua harus dibahas. Jangan sampai kita tidak tahu di mana letak masalahnya,” tegas Faisal.

Baca juga  Pendekatan Komprehensif Dilakukan, Dispora Kaltim Targetkan Peran Pemuda Dalam Organisasi

Ia menambahkan, evaluasi menjadi semakin penting menjelang berbagai agenda besar seperti BK, FORPRO, hingga PON mendatang.

Tantangan juga kian berat, terutama karena keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk cabang olahraga, termasuk sepak bola. Dalam kondisi ini, kreativitas pengurus menjadi kunci.

“Tantangan akan bertambah berat di saat anggaran semakin menipis. Pengurus harus semakin kreatif agar dengan dana yang terbatas, prestasi tetap bisa tercapai. Ini berlaku untuk semua cabang olahraga,” ujarnya.

Faisal menegaskan bahwa pemerintah bukan mengesampingkan sektor olahraga. Namun, seluruh pembiayaan harus disesuaikan dengan prioritas pembangunan.

Meski begitu, Gubernur Kaltim tetap menargetkan prestasi tinggi, termasuk harapan besar agar sepak bola kembali bangkit dan mampu mengulang kejayaan sebelumnya.

Baca juga  SDM Arsiparis Garda Terdepan Pelestarian Rekam Jejak Pemerintahan

“Sepak bola ini memang cuma satu medali, tapi nilai gengsi dan marwah daerah ada di sini. Kita pernah bisa, kenapa sekarang tidak? Kalau dulu tidak pernah dapat mungkin kita tahu diri, tapi masalahnya kita pernah dapat emas,” ungkapnya.

Ia bahkan membuka kemungkinan untuk mengundang kembali para pelatih dan tokoh yang pernah membawa Kaltim meraih emas, guna menggali strategi yang terb proven efektif.

“Enggak ada salahnya kita panggil lagi yang dulu-dulu, kita godok lagi, sesuaikan dengan situasi sekarang,” tutupnya (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi