Pemkab Kukar Terus Perkuat Pelaksanaan Gerakan Etam Mengaji (GEMA)

ktmd - katamedia.co
Sabtu, 7 Nov 2026 08:17 WITA
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono. (katamedia.co)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono. (katamedia.co)

KATAMEDIA, KUKAR – Kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu hal yang diperhatikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

Melalui Gerakan Etam Mengaji (GEMA), pegawai yang belum lancar membaca Al-Qur’an tetap diberikan kesempatan belajar, dengan pengambilan surat keputusan (SK) yang dapat ditunda hingga menunjukkan perkembangan kemampuan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan GEMA yang diterapkan di lingkungan pemerintahan daerah.

Dalam pelaksanaannya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar akan bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar untuk melakukan tes kemampuan membaca Al-Qur’an terhadap para pegawai.

Baca juga  Pemkab Kukar Kembangkan Ekosistem Pendidikan Digital Lewat Pengadaan Perangkat Interaktif

Sunggono menjelaskan, pegawai yang belum lancar membaca Al-Qur’an tidak langsung dinyatakan tidak memenuhi ketentuan. Mereka tetap diarahkan mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Misalnya, pegawai yang masih berada pada tahap Iqra satu akan diberikan kesempatan untuk belajar terlebih dahulu. Perkembangan kemampuan tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan sebelum SK diserahkan.

“Jika minggu berikutnya sudah menunjukkan kemampuan, misalnya meningkat ke Iqra dua, maka SK bisa diberikan,” kata Sunggono, Sabtu (7/11/2026).

Ia menegaskan, setiap pegawai diharapkan menunjukkan peningkatan kemampuan mengaji dibandingkan hasil evaluasi sebelumnya. Karena itu, pegawai yang dilantik belum dapat langsung mengambil SK apabila belum mengikuti tes mengaji.

Baca juga  Kebutuhan Guru di Kukar Masih Dinamis, Pemetaan Masih Berjalan

“Harus dipastikan ada progres kemampuan mengajinya dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Selain diterapkan dalam pembinaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), GEMA juga terus dijalankan sebagai salah satu program pembinaan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kukar.

Pelaksanaannya dipantau secara berkala, baik di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) maupun kecamatan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan mengaji berlangsung rutin dan menjadi kebiasaan di lingkungan kerja pemerintahan.

Khusus di tingkat kecamatan, evaluasi dilakukan melalui laporan yang disampaikan masing-masing camat kepada pemerintah kabupaten.

Baca juga  Dinsos Kukar Bakal Koordinasi dengan Kementerian Terkait Bansos untuk Korban Kebakaran di Loa Ipuh

GEMA merupakan satu dari 17 Program Dedikasi dalam visi Kukar Idaman Terbaik. Program tersebut masuk dalam misi pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, unggul dan berbudaya.

Melalui program ini, Pemkab Kukar tidak hanya mendorong kebiasaan membaca Al-Qur’an di kalangan aparatur pemerintahan dan masyarakat, tetapi juga menanamkan pemahaman serta pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada prinsipnya kegiatan ini merupakan amanat yang harus dilaksanakan. Jadi, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh OPD untuk menjalankannya,” tandasnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).

Bagikan:
Berita Rekomendasi