KATAMEDIA, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pemanfaatan hasil pertanian warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) agar dapat terserap melalui pasar yang telah dibuka pemerintah daerah, termasuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan hasil produksi warga binaan memiliki peluang untuk dipasarkan melalui sejumlah jalur distribusi yang tersedia.
Salah satunya dengan menghubungkan produk pertanian dengan kebutuhan dapur SPPG di Kukar.
Upaya tersebut dapat membuka pasar bagi hasil pertanian sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kegiatan produktif selama menjalani masa pembinaan.
“Kita sudah membukakan beberapa pasar. Misalnya untuk telur, mungkin kita akan hubungkan dengan dapur-dapur SPPG di Kukar,” ujarnya, Minggu (1/10/2026).
Aulia menyebut, hasil pertanian warga binaan juga dapat diarahkan agar digunakan langsung oleh dapur SPPG.
Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan pembinaan, tetapi juga memiliki peluang untuk dimanfaatkan dan dipasarkan secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah berharap keterhubungan antara hasil produksi warga binaan dan kebutuhan pasar dapat mendukung kegiatan pemberdayaan di lingkungan lapas.
Selain memberikan nilai ekonomi, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan produktif.
Aulia menegaskan, pembinaan di lapas diharapkan dapat membantu warga binaan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat. Melalui kegiatan yang produktif dan bermanfaat, warga binaan diharapkan memiliki bekal untuk menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Pemkab Kukar berharap upaya membuka akses pasar bagi hasil pertanian warga binaan dapat berjalan seiring dengan tujuan pembinaan, sehingga produk yang dihasilkan memiliki manfaat ekonomi sekaligus mendukung proses reintegrasi warga binaan ke masyarakat.
“Kita berharap ini benar-benar menjadi tempat untuk memberdayakan warga binaan di lapas, untuk memastikan mereka setelah menjalani proses pembinaan itu bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi, produktif dan bermanfaat lagi di tempat mereka kembali di tengah masyarakat,” tandasnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).










