Katamedia.co, Samarinda – Di tengah penurunan APBD Kalimantan Timur dari Rp21 triliun menjadi Rp14,25 triliun, Pemerintah Provinsi Kaltim tetap mempertahankan komitmen kuat pada sektor pendidikan. Hal itu ditegaskan Gubernur Rudy Mas’ud saat berdialog langsung dengan mahasiswa yang menggelar aksi di Kantor Gubernur, Senin (23/2/2026).
Dalam suasana yang terbuka, Gubernur menerima aspirasi mahasiswa dan menjelaskan bahwa program GratisPol dirancang untuk memperluas akses pendidikan secara merata. Ia menekankan bahwa pembayaran bantuan dilakukan langsung ke 52 kampus, baik negeri maupun swasta, guna memastikan akuntabilitas.
“Itulah kami, dengan hari ini APBD kita yang turun Rp7 triliun. Dari Rp21 triliun menjadi Rp14,25 triliun, kami tetap prioritaskan untuk pendidikan adik-adik ini semuanya. Kita bayar langsung ke 52 kampus baik swasta maupun negeri. Kampus yang memberikan verifikasi. Jika tidak memenuhi persyaratan, maka tidak dihitung. Karena tentu kita juga ada syarat-syaratnya,” tegasnya.
Mahasiswa menyampaikan adanya aspirasi soal transparansi seleksi. Pemerintah menegaskan bahwa proses penentuan penerima sepenuhnya berada di tangan pihak kampus melalui verifikasi resmi, sehingga objektivitas tetap terjaga.
“Adik-adik semua, ada yang punya data tentang berapa jumlah mahasiswa yang sudah mendapatkan manfaat Beasiswa Kaltim atau program GratisPol?,” tanyanya.
Gubernur juga membandingkan capaian program sebelumnya pada era Isran Noor dan Hadi Mulyadi. Ia menyebut bahwa pada tahun kedua BKT, penerimanya tidak lebih dari 5.000 mahasiswa, sementara GratisPol 2025 telah menjangkau 24.890 mahasiswa.
Target 2026 bahkan lebih ambisius, yakni 158.981 mahasiswa dengan anggaran Rp1,38 triliun. Program ini mencakup mahasiswa S1 hingga S3, termasuk luar daerah dan luar negeri, sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia Kaltim.








