
KATAMEDIA, Sangatta – Malam penutupan Festival Magic Land Kutai Timur di Lapangan Polder Ilham Maulana menghadirkan suasana penuh penghargaan.
Ratusan penonton menyaksikan momen ketika berbagai peserta dari perangkat daerah, paguyuban, komunitas seni, sekolah, hingga tokoh budaya menerima apresiasi atas kontribusi mereka selama festival berlangsung.
Suasana semakin meriah ketika Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, naik ke panggung untuk menyerahkan penghargaan.
Ia menyampaikan bahwa gelaran tahunan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga cermin dari upaya bersama menjaga identitas lokal.
Ardiansyah menekankan bahwa sebuah daerah dapat berkembang dengan kuat apabila masyarakatnya tetap menyatu dengan akar budayanya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman Kutai Timur adalah modal yang harus dirawat agar pembangunan tidak memudarkan tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Pada malam itu, panitia mengumumkan peserta terbaik dari Lomba Kirab Budaya. Badan Pendapatan Daerah Kutai Timur berhasil menjadi yang teratas dalam kategori perangkat daerah, kecamatan, dan desa. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman menyusul di belakangnya, sementara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan berada tepat setelahnya. Untuk peserta harapan, panitia menetapkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Pemerintah Desa Swarga Bara dari wilayah Sangatta Utara, dan Dinas Sosial.
Pada kategori paguyuban seni budaya dan adat, Ikatan Keluarga Toraja Kutai Timur muncul sebagai yang terbaik. Dua kelompok reog, yakni Reog Margo Kencono Sangatta dan Reog Singo Lawu Sangatta, mengikuti di belakangnya. Untuk kategori harapan diberikan kepada Wayang Panorama, Paguyuban Satrio Kencono Mudho, kemudian New Among Budoyo.
Sementara dalam kategori umum, penampilan Senam Bugar Happy Lansia menjadi yang paling menonjol. Tepat di bawahnya terdapat SD Negeri Nol Sepuluh Sangatta Utara, dan diikuti Forum Pembauran Kebangsaan. Pada posisi harapan berada Jalasveva dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Sangatta, kemudian SMP Negeri Lima Sangatta Utara, serta Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim.
Selain mengumumkan peserta lomba, panitia juga memberikan Anugerah Kebudayaan Kutai Timur. Penghargaan ini ditujukan kepada individu yang berperan besar dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya.
Pengakuan tersebut diberikan kepada Mohammad Azmin Maryam Aria Arifin untuk bidang seni tari, Nisma Mawardah untuk bahasa dan sastra, Agung Suroso dan Syarwali Ahmad untuk karya seni rupa, serta Zulfikar Muhammad Nugroho untuk seni musik.
Penghargaan lain diberikan kepada Ises Rahayu atas dedikasinya dalam pelestarian wastra dan Affinizar Julianur Fajar sebagai figur muda yang aktif melestarikan budaya. (ADV/MR)







