KATAMEDIA, TENGGARONG – Kondisi Jalan Muso Bin Salim di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, sangat memprihatinkan. Badan jalan tampak rusak parah dengan lubang yang menganga di berbagai titik. Bahkan, ada lubang berukuran besar yang membahayakan para pengendara, terutama saat curah hujan tinggi.
Kerusakan ini telah berlangsung lebih dari satu tahun dan menjadi keluhan utama warga. Akses menuju Kantor Kelurahan Melayu yang berada di ruas jalan itu pun ikut terdampak.
Hal tersebut disampaikan Plt. Lurah Melayu Lenny Darmayanti saat mengikuti Musrenbang Tenggarong tahun 2026, Kamis (5/2/2026) di Gedung BPU depan Kantor Camat Tenggarong.
“Yang kami rasakan sudah satu tahun lebih rusak parah jalan Muso Bin Salim, sedangkan kelurahan kami berada di jalan ini. Kami kasihan dengan masyarakat yang ingin melakukan pelayanan di Kelurahan Melayu, apalagi kalau curah hujan tinggi. Lubang-lubangnya besar-besar,” bebernya.
Ia bahkan mengaku sempat melihat seorang lansia yang kesulitan melintas menggunakan sepeda karena harus menghindari lubang-lubang besar di badan jalan. Pihaknya khawatir kondisi ini dapat memicu kecelakaan.
Menanggapi keluhan ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan perbaikan akan dilakukan pada 2026.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, mengatakan perbaikan Jalan Muso Bin Salim sudah masuk dalam rencana penanganan tahun 2026 ini, meski belum sepenuhnya mencakup seluruh komponen. Dengan panjang ruas yang akan diperbaiki mencapai 360 meter.
“Ada, cuma tidak full anggarannya, jadi kami prioritaskan untuk jalannya dulu. Saluran sisi kiri dari Imam Bonjol belum bisa dikerjakan,” jelas Linda, Jumat (13/2/2026).
Sementara itu, perwakilan Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Laode Abdul Rahman, turut menjelaskan bahwa metode penanganan yang digunakan adalah rigid treatment atau semenisasi pada badan jalan.
“Tahun ini kita akan melaksanakan rigid treatment. Seminisasinya terhadap badan jalan. Untuk drainase atau saluran belum tertangani. Jadi badan jalannya dulu yang kita selesaikan,” terangnya.
Laode menambahkan, selain badan jalan, tikungan (circle) juga akan ditangani agar kemiringan dan struktur jalannya lebih baik serta aman dilalui.
Proyek peningkatan Jalan Muso Bin Salim tersebut dianggarkan sebesar Rp6,8 miliar. Saat ini prosesnya telah memasuki tahap pelelangan pengawasan dan akan dilanjutkan dengan lelang fisik pekerjaan.
“Insyaallah 2026 ini badan jalannya sudah selesai. Ke depan sudah bagus dan lebih aman dilalui masyarakat,” tutupnya.








