Home › ,

Pemkab Kutim Genjot Penyempurnaan Indikator Layak Anak

ktmd - katamedia.co
Kamis, 20 Nov 2025 05:19 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk memperkuat komitmen sebagai daerah ramah anak kembali bergulir melalui rapat evaluasi dan persiapan penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025.

Pertemuan tersebut digelar di ruang rapat utama Bappeda Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta, pada Rabu, 19 November 2025, sebagai langkah awal merapikan indikator dan memastikan seluruh unsur pendukung KLA terpenuhi.

Pelaksana Tugas Sekretaris Bappeda Kutim, M. Syaiful, menjelaskan bahwa agenda evaluasi ini tidak hanya sekadar meninjau data, tetapi juga memeriksa keselarasan program yang dijalankan perangkat daerah. Ia menyebut proses evaluasi menjadi tahapan yang harus diulang secara berkala agar perbaikan bisa dilakukan secara sistematis.

Baca juga  Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan Demi Pendidikan yang Lebih Prioritas

“Kita menelaah lagi apa saja yang belum tepat sasaran. Setelah perencanaan diperbarui, siklus evaluasi berikutnya akan membuat hasilnya lebih matang,” ujar Syaiful saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Ia menegaskan bahwa setiap kekurangan yang ditemukan harus dibahas secara terbuka agar langkah perbaikan dapat diputuskan bersama.

Rapat sehari penuh itu menghadirkan 61 peserta dari sejumlah perangkat daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur turut menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kaltim, Nova Paranoan, yang memberikan paparan mengenai pembaruan indikator nasional, tata cara penilaian, hingga penekanan aspek yang perlu diprioritaskan oleh daerah.

Baca juga  Konservasi Pulau Kakaban Harus Libatkan Masyarakat Lokal, Kata DPRD Kaltim

Syaiful menambahkan, KLA bukanlah semata kompetisi mencari predikat tertinggi. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan penilaian justru terletak pada perubahan nyata yang bisa dirasakan anak-anak di Kutai Timur.

“Penghargaan itu hanya bentuk pengesahan administratif. Yang penting adalah bagaimana layanan kita benar-benar memberi perlindungan dan kenyamanan bagi anak,” ucapnya.

Syaiful mendorong perangkat daerah untuk tidak terpaku pada pola lama. Inovasi, menurut dia, menjadi kunci memastikan kebutuhan anak dapat dipenuhi secara menyeluruh.

Ia mencontohkan pengembangan sekolah ramah anak, peningkatan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, serta penguatan ruang publik yang aman dan inklusif.

Baca juga  Antrean Kendaraan KPC di Jalan Negara Picu Kemacetan, DPRD Kaltim Desak Penanganan Segera

“Kita ingin anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung dan memberi rasa aman. Mereka adalah penentu arah masa depan Kutai Timur, sehingga pembangunan yang kita jalankan harus membawa manfaat langsung bagi mereka,” kata Syaiful.

Melalui evaluasi ini, Pemkab Kutim berharap seluruh dokumen pendukung, data indikator, hingga program layanan dapat tersusun rapi sebelum penilaian 2025 berlangsung.

Pemerintah daerah menargetkan KLA tidak hanya menjadi gelar, tetapi fondasi pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi