
KATAMEDIA,Sangatta- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII Kalimantan Timur yang berlangsung di Penajam Paser Utara pada 20 sampai 27 November 2025 memberikan catatan manis bagi Kontingen Kutai Timur.
Pada ajang olahraga pelajar tingkat provinsi itu, Kutim berhasil membawa pulang 54 medali, terdiri dari 12 emas, 13 perak, dan 29 perunggu. Pencapaian itu menjadi salah satu perolehan terbesar Kutim dalam beberapa edisi POPDA terakhir.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyambut hasil tersebut dengan penuh apresiasi.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, yang ditemui setelah pembukaan turnamen E-sport Bupati Cup di Gedung Wanita, Sangatta, menyatakan bahwa rangkaian medali itu mencerminkan arah baru pembinaan olahraga di daerah. Menurut dia, konsistensi dalam membangun ekosistem atlet muda mulai memperlihatkan dampaknya secara nyata.
“Prestasi ini tidak datang begitu saja. Ada kerja panjang yang dilakukan pelatih, pengurus cabang olahraga, dan para atlet sendiri. Mereka menunjukkan bahwa persiapan yang matang akan selalu berbuah,” kata Mahyunadi.
Ia menjelaskan bahwa Kutim beberapa tahun lalu sempat bergantung pada atlet dari luar daerah untuk memperkuat kontingen.
Namun, kebijakan itu perlahan digeser. Pemerintah daerah kini menempatkan pembinaan atlet lokal sebagai prioritas utama, terutama mereka yang sejak awal berlatih dan membangun karier olahraga di Kutim.
“Kita memilih jalan berbeda. Anak-anak Kutim yang tumbuh dan berlatih di sini memiliki semangat yang sulit disamai. Mereka membawa rasa memiliki terhadap daerah, dan itu tercermin dalam kegigihan mereka di arena,” ujar Mahyunadi.
Ia menegaskan bahwa pola pembinaan berbasis lokal itu bukan sebatas gagasan, tetapi strategi yang sudah diuji di berbagai kompetisi.
Mahyunadi menyinggung pula keberhasilan Kutim dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi beberapa waktu lalu, yang disebutnya sebagai bukti bahwa pola pembinaan dari tingkat dasar dapat menghasilkan prestasi di berbagai bidang.
Ia menilai bahwa keberhasilan POPDA tahun ini memperkuat keyakinan pemerintah daerah untuk menjaga pola pembinaan yang terstruktur sejak usia dini.
Pembinaan cabang olahraga di Kutim selama ini tidak hanya terpusat di perkotaan. Pemerintah daerah merancang berbagai kompetisi yang menjangkau kecamatan hingga desa agar talenta muda dapat teridentifikasi lebih cepat.
Pola tersebut, kata Mahyunadi, telah memperluas ruang tumbuh bagi bibit unggul yang sebelumnya tidak terpantau.
“Kita punya banyak potensi yang muncul dari daerah-daerah yang jauh dari pusat kota. Kompetisi yang digelar secara rutin membuat bakat mereka terlihat. Dari situlah prestasi tingkat provinsi seperti POPDA bisa tercapai,” tutur dia.
Sebagai penghargaan atas kerja keras para atlet, Mahyunadi memastikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan bonus untuk seluruh peraih medali.
Insentif itu diharapkan menjadi dorongan tambahan bagi para atlet muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan berkompetisi di jenjang yang lebih tinggi.
Keberhasilan Kutim pada POPDA XVII Kaltim tahun ini menjadi momentum penting. Selain mengharumkan nama daerah, hasil tersebut menegaskan bahwa Kutim tengah bergerak menuju kemandirian pembinaan atlet, sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu lumbung talenta olahraga di Kalimantan Timur. (ADV/MR)








