Edit Content
Home › ,

Kutim Siapkan Strategi Pendidikan di Tengah Potensi Penurunan Dana Transfer

ktmd - katamedia.co
Sabtu, 22 Nov 2025 04:36 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur memastikan sektor pendidikan tetap berjalan stabil meski wacana pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat tengah mengemuka.

Langkah antisipatif telah disiapkan untuk menjaga kelancaran kegiatan belajar-mengajar serta pembangunan pendidikan di daerah.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menekankan bahwa pihaknya memilih bersikap hati-hati menanggapi isu tersebut sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat.

“Kami tidak ingin mengambil langkah tergesa-gesa karena situasinya belum pasti. Namun, jika memang terjadi pengurangan dana, kita akan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah tanpa mengorbankan kegiatan utama,” ujarnya.

Baca juga  Subandi Harap Longsor Tak Ganggu Struktur Terowongan Rp300 Miliar

Mulyono menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran tidak akan dilakukan secara acak, melainkan melalui penyusunan ulang prioritas program agar tetap efektif dan efisien.

“Selama perhatian pemerintah daerah tetap besar, sektor pendidikan akan terus menjadi prioritas utama,” katanya.

Disdikbud Kutim menegaskan bahwa sejumlah program strategis, seperti insentif bagi guru, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, serta penguatan mutu pendidikan dasar dan menengah, tetap dijalankan.

“Jika ada penyesuaian, kami akan melakukannya dengan cermat. Prioritas utama seperti pemberian insentif dan pembangunan sekolah tidak akan terganggu,” tambahnya.

Baca juga  Ketimpangan Listrik di Kaltim, DPRD Soroti Ketidakadilan Energi Nasional

Menurut Mulyono, dukungan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan dunia pendidikan. Ia menyinggung pencapaian alokasi anggaran pendidikan pada 2025, yang masih mencapai lebih dari 20 persen dari total APBD Kutim, sesuai amanat konstitusi terkait prioritas sektor pendidikan.

“Bupati dan Wakil Bupati kami memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap pendidikan. Hal ini membuat kami optimistis bahwa dinamika fiskal tidak akan mengubah arah kebijakan pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, Disdikbud Kutim terus berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) untuk menyesuaikan perencanaan anggaran jika terdapat perubahan kebijakan transfer pusat.

Baca juga  Maraknya Pernikahan Siri dan Penghulu Liar, DPRD Samarinda Rencanakan Perda Baru

Mulyono menekankan bahwa keterpaduan antarinstansi menjadi faktor penting menjaga stabilitas program pendidikan.

“Ketahanan sektor pendidikan bukan semata soal besaran anggaran, tetapi bagaimana pemerintah mampu memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak. Dengan langkah ini, pelayanan pendidikan tetap optimal meski sumber daya terbatas,” jelasnya.

Mulyono menutup keterangannya dengan memastikan seluruh jajaran Disdikbud Kutim tetap fokus menjaga kualitas pendidikan di seluruh kecamatan, dengan tekad mempertahankan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi