KATAMEDIA, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jembatan Tenggarong pada Minggu malam (8/2/2026) tidak berkaitan dengan kondisi fisik jembatan.
Isu jembatan goyang yang sempat dikeluhkan sejumlah warga dipastikan tidak benar. Aulia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menelusuri peristiwa ini melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar jembatan. Dari hasil pemantauan, kecelakaan murni disebabkan oleh faktor pengendara.
“Kalau kita lihat CCTV-nya, kecelakaan itu enggak ada hubungannya dengan kondisi jembatan. Terlihat jelas, sepeda motor mengambil alih jalur sebelah kanan dan akhirnya terjadi tabrakan,” ungkapnya, Senin (9/2/2026).
Terkait kondisi Jembatan Tenggarong, Aulia memastikan jembatan masih dalam kondisi aman dan layak dilalui. Dinas PU Kukar pun telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pengukuran teknis.
“Hasil pengukuran menunjukkan jembatan masih dalam kondisi aman untuk dilewati. Kalau seandainya kondisinya tidak aman, tentu kita akan langsung melakukan tindakan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar kata dia, secara rutin mengalokasikan anggaran pemeliharaan infrastruktur untuk memastikan keselamatan masyarakat, termasuk terhadap jembatan-jembatan strategis di wilayah Kukar.
“Pemeliharaan tetap dilakukan agar jembatan ini benar-benar aman untuk warga,” katanya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin juga mengimbau masyarakat untuk lebih mengutamakan keselamatan berlalu lintas, menyusul meningkatnya beberapa kasus kecelakaan di sejumlah titik di Tenggarong dan wilayah Kukar dalam beberapa waktu terakhir.
“Memang akhir-akhir ini terjadi beberapa kecelakaan, termasuk tadi malam. Apalagi menjelang bulan suci Ramadan, lalu lintas biasanya semakin padat dan aktivitas masyarakat meningkat,” ujar Rendi.
Ia mengingatkan para pengendara di Kukar, khususnya pengguna sepeda motor, agar selalu menggunakan helm dan perlengkapan keselamatan lainnya.
Sementara bagi pengendara mobil, Rendi meminta agar rutin memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan.
“Untuk roda dua gunakan helm dan kelengkapan keselamatan. Untuk roda empat, cek kondisi kendaraan secara rutin. Semoga dengan kesadaran ini, angka kecelakaan bisa kita tekan,” pesannya.
Menanggapi kembali isu jembatan goyang yang ramai diperbincangkan masyarakat, Rendi menyebut Dinas PUPR Kukar telah bersurat secara resmi dan akan melakukan pengecekan lanjutan, khususnya terhadap kondisi Jembatan Tenggarong.
“Teman-teman Dinas PU sudah bersurat resmi dan akan melakukan pengecekan. Ini juga sebagai langkah antisipasi, mengingat di Kalimantan Timur (Kaltim) ada beberapa kejadian jembatan yang tertabrak dan sebagainya,” jelasnya.
Rendi menegaskan, Pemkab Kukar secara konsisten melakukan uji kelayakan jembatan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan infrastruktur.
“Setiap tahun pasti dilakukan uji berkala terhadap kelayakan jembatan-jembatan yang ada di Kukar,” pungkasnya.








