Edit Content

Kaltim Genjot Kemandirian Finansial Pemuda Lewat Pelatihan Ekonomi

ktmd - katamedia.co
Minggu, 16 Nov 2025 07:05 WITA
Rusmulyadi, Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim.
Rusmulyadi, Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim.

KATAMEDIA, SAMARINDA – Upaya peningkatan kemandirian finansial pemuda di Kalimantan Timur mulai menunjukkan arah positif.

Hal ini disampaikan Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi, yang menilai bahwa semakin banyak pemuda kini memahami pentingnya memiliki kemampuan ekonomi mandiri.

Menurut Rusmul, meski Dispora belum melakukan monitoring menyeluruh terhadap para peserta yang pernah mengikuti pelatihan, banyak di antara mereka sudah memberikan kabar langsung bahwa sedang membangun kemandirian finansial melalui usaha kecil maupun aktivitas ekonomi kreatif lainnya.

“Dispora memang memfasilitasi, namun belum sampai pada tahap pendampingan jangka panjang. Tapi respons dari peserta cukup menggembirakan, mereka mulai bergerak ke arah kemandirian,” ujarnya saat ditemui usai pelatihan penguatan ekonomi dan tata kelola organisasi yang berlangsung di Hotel Verona Samarinda.

Baca juga  Sengketa Kepemilikan Lahan di Samarinda, DPRD Soroti Kasus Tumpang Tindih dan Ganti Rugi

Pelatihan tersebut diikuti 60 pemuda dari 15 organisasi kepemudaan.

Rusmul menegaskan, penguatan ekonomi pemuda menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai investasi strategis daerah.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah ke depan juga akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemuda dalam menciptakan peluang usaha.

Dalam pelatihan itu, para peserta dibekali materi manajemen ekonomi kreatif, kewirausahaan sosial, dan tata kelola organisasi berbasis kemandirian finansial.

Baca juga  Pemprov Kaltim Mungkinkan Evaluasi Dewas RSUD AWS

Fokus utama kegiatan ini ialah mendorong perubahan pola pikir organisasi pemuda yang selama ini cenderung mengandalkan proposal kegiatan ke pemerintah.

“Kita ingin mereka tidak lagi bergantung pada proposal. Organisasi harus punya cara sendiri untuk hidup, bukan berharap kegiatan selalu dibiayai pemerintah,” jelasnya.

Para peserta turut mendapat pelatihan praktis mengenai pengelolaan event organizer (EO), mulai dari perencanaan acara, produksi, hingga peluang monetisasi.

Dispora berharap keterampilan tersebut dapat menjadi pintu masuk organisasi untuk memperoleh pendapatan secara mandiri.

Ke depan, Rusmul membayangkan munculnya EO yang dikelola oleh organisasi-organisasi besar seperti PMII, Pemuda Muhammadiyah, maupun OKP lainnya.

Baca juga  Pemprov Kaltim Fokus Tingkatkan Akses Pendidikan di Balikpapan, DPRD Dukung Penuh

Kemandirian ini dinilai penting mengingat adanya potensi efisiensi anggaran daerah akibat penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH).

“Kalau hanya mengandalkan proposal, saat anggaran dipotong, organisasi akan kesulitan. Karena itu mereka harus berinovasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini berjalan searah dengan program Jospol yang menekankan ekonomi kreatif dan digital, serta mendukung prinsip Gratispol yang memastikan seluruh pembinaan pemuda dapat diakses tanpa biaya.

Data pemuda yang telah mengikuti pelatihan Dispora dapat dilihat melalui laman talent.gosepakat.id (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi