
KATAMEDIA, Sangatta- Upaya memperkuat sektor tanaman pangan dan hortikultura di Kutai Timur kembali dipertegas Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP).
Instansi ini menyatakan komitmennya meningkatkan kapasitas produksi petani melalui program optimasi lahan pertanian yang digulirkan pemerintah pusat.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menjelaskan bahwa program optimasi lahan atau Oplah menjadi salah satu strategi utama untuk mendorong kenaikan produksi pangan daerah.
Program ini dirancang untuk mengangkat produktivitas lahan yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
Dessy mengatakan melalui Oplah, pemerintah daerah akan memfasilitasi berbagai kebutuhan petani sesuai kondisi di lapangan. Ia menuturkan bahwa dukungan tersebut mencakup perbaikan jaringan irigasi, penyediaan benih, hingga bantuan alat dan mesin pertanian.
“Intinya kemampuan lahan kita tingkatkan agar hasilnya lebih maksimal. Apa saja yang dibutuhkan petani akan kita sesuaikan, apakah perbaikan irigasi, bantuan benih, atau alat mesin pertanian,” ujar Dessy.
Pada 2025, Kutai Timur menargetkan pembentukan enam Brigade Pangan di lima kecamatan. Unit ini berfungsi sebagai kelompok operasional yang mempercepat penanganan lahan, pengolahan, hingga panen, dengan dukungan peralatan modern.
Menurut Dessy, setiap brigade akan diperkuat sarana mekanisasi seperti traktor roda dua dan roda empat, alat tanam, alat panen, serta drone pertanian. Seluruh perangkat tersebut disiapkan untuk memastikan proses budidaya berjalan lebih efisien.
“Kami sudah menyiapkan brigadenya, lengkap dengan fasilitas yang memadai. Alat-alatnya sudah disiapkan dan akan difungsikan untuk memperkuat produksi di wilayah yang punya potensi besar,” katanya.
Enam Brigade Pangan tersebut ditempatkan di beberapa kecamatan, masing-masing dua brigade di Kaubun serta masing-masing satu brigade di Kaliorang, Bengalon, Kongbeng, dan Long Mesangat. Seluruh wilayah tersebut dinilai memiliki prospek produksi yang kuat sehingga masuk dalam prioritas program.
Dengan penguatan optimasi lahan dan dukungan mekanisasi, DTPHP menargetkan produktivitas petani Kutai Timur akan meningkat signifikan. Upaya ini sekaligus menjadi langkah memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan komoditas pangan. (ADV/MR)








