Jalur Rusak Tanjung Redeb–Talisayan Mulai Pulih, DPRD Kaltim Minta Percepatan

ktmd - katamedia.co
Rabu, 2 Jul 2025 10:28 WITA
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah

KATAMEDIA, Samarinda – Perbaikan jalan utama di Kabupaten Berau, khususnya jalur Tanjung Redeb–Talisayan hingga Biduk, mendapat perhatian dari DPRD Kaltim. Anggota Komisi III, Syarifatul Sya’diah, menyampaikan apresiasi atas progres yang telah dicapai, namun mengingatkan bahwa masih ada segmen yang harus segera dituntaskan.

“Dulu kan kita lihat betapa hancurnya, sengsaranya masyarakat untuk jalur dari Tanjung Redeb ke Talisayan sampai Biduk. Tapi kami melihat progresnya sudah semakin bagus,” kata Syarifatul. Ia menyebut, “Barangkali tinggal sekitar 7 kilo lah yang menuju sana.”

Baca juga  Gelar Konferensi Pers, Saefuddin Zuhri Sampaikan Program Prioritas Kota Samarinda Kedepan

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tidak cukup hanya memperbaiki jalur tersebut. Masih ada konektivitas lain yang harus dipercepat, terutama jalur dari Talisayan menuju Sangkulirang di Kutai Timur. “Ini masih betul-betul total hancur. Apalagi jembatan juga baru dibangun,” ucapnya.

Jalur ini, menurutnya, sangat vital karena bisa memperpendek arus logistik dan pergerakan masyarakat dari pesisir Berau ke Kutim atau Samarinda tanpa harus memutar lewat Kelai. “Mereka langsung ambil dari Talisayan ke Sangkulirang. Itu akan kami dorong,” ujarnya.

Baca juga  DPRD Kaltim Siapkan Seleksi Komisioner KIP, Transparansi Jadi Sorotan Utama

Pembangunan jalan yang baik dinilai mampu menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi kawasan. Konektivitas antarwilayah akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perikanan, serta mobilitas barang dan jasa. “Dorong tentunya ya karena tadi disampaikan oleh otorita IKN, ditetapkan sebagai kluster ekowisata dan wisata kebugaran,” ujarnya.

Penetapan wilayah sebagai klaster wisata oleh Otorita IKN memperkuat urgensi pembangunan infrastruktur dasar. “Penetapan itu pasti akan ada bantuan-bantuan dari pusat, dari provinsi, dari Berau sendiri. Kita bantu supaya betul-betul jadi wisata yang berkelas,” tegas Syarifatul.

Baca juga  Komisi IV Ingatkan Risiko Mangkraknya RS Islam Samarinda Tanpa Renovasi

Secara ilmiah, kondisi jalan sangat menentukan daya tarik wisata dan kecepatan respon darurat di kawasan terpencil. Jalan yang rusak memperpanjang waktu tempuh dan menurunkan daya saing kawasan. Oleh karena itu, penguatan konektivitas menjadi prioritas pembangunan daerah. (Adv)

Bagikan:
Berita Rekomendasi